Untuk Siapa Kita Hidup

15 Nopember 2011

Baca: Mazmur 143:10

Alkitab dalam setahun: Yehezkiel 16–17

Mind Map Untuk Siapa Kita Hidup

Mind Map Untuk Siapa Kita Hidup

Pertaruhan hidup bukan berbicara mengenai apa profesi kita dan apa yang kita kerjakan dalam hidup ini; namun pertaruhan hidup berbicara mengenai kepada siapa kita tujukan segala sesuatu yang kita lakukan selama kita hidup di dunia ini. Kalimat singkatnya adalah, untuk siapa kita hidup. Adalah mudah berkata kita hidup bagi Tuhan, khususnya bagi mereka yang memberi diri melayani pekerjaan Tuhan di gereja. Tetapi apakah benar-benar seseorang tidak memiliki kepentingan di balik pelayanan yang dilakukannya tersebut? Itu yang patut dipertanyakan.

Apa yang dikerjakan manusia di depan manusia lain penuh intrik-intrik dan manipulasi. Banyak orang yang tidak bisa dengan tulus menjawab untuk siapa kita hidup. Pertanyaan ini bisa dianggap mengada-ada, bahkan mungkin dianggap lelucon. Padahal jawaban pertanyaan ini akan sangat menentukan bagaimana nasib kekal kita. Kalau seseorang melangkah salah menujukan tujuan hidupnya, berarti ia menjerumuskan diri kepada kehidupan yang terpisah dari Tuhan. Orang yang hendak bersama dengan Dia di kekekalan harus menujukan segenap hidupnya bagi Tuhan.

Bagi banyak orang, sebelum Tuhan mencelikkan mata pengertiannya mengenai kebenaran yang murni yang menguduskan motivasi hidupnya, ia berpikir bahwa ia sedang melayani Tuhan. Dalam pengertian banyak orang, melayani Tuhan adalah melakukan pekerjaan seorang pendeta atau full timer di gereja. Apalagi kalau seseorang sudah menjadi pendeta atau full timer, ia tentu merasa sedang hidup bagi Tuhan. Tetapi yang patut direnungkan adalah, sungguhkah ia hidup hanya untuk menyenangkan dan memuaskan hati Tuhan, dan selain itu tidak ada agenda apa-apa lagi? Jika masih ada keinginan lain, berarti masih meleset dalam menggarap lahan hatinya. Demikian pula dengan orang yang bukan full timer di gereja; jika ia hidup untuk memuaskan dirinya sendiri dan bukan Tuhan, tentu ia meleset.

Kunci untuk menggarap lahan hati kita dimulai dari satu kesediaan untuk mengakui bahwa kita dihadirkan dalam dunia ini bukan untuk melakukan apa pun, kecuali melakukan kehendak Tuhan. Tidak ada kesenangan yang boleh kita miliki dan nikmati kecuali melayani kehendak-Nya dan memuaskan hati-Nya. Ini tidak berbicara mengenai profesi apa yang kita sandang dan jenis perbuatan apa yang kita lakukan untuk memuaskan hati-Nya, tetapi berbicara mengenai kepekaan untuk mengerti apa yang baik menurut pemandangan mata-Nya dari segala hal yang kita pikiran, renungkan, ucapkan dan lakukan. Dengan kepekaan itu kita bisa menjawab untuk siapa kita hidup. Bukan di bibir saja, tetapi terbukti dengan perbuatan.

Kunci untuk menggarap lahan hati kita dimulai dari kesediaan untuk mengakui

bahwa kita hidup hanya untuk melakukan kehendak Tuhan.

Comments are closed.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 30
Who's Online

11 visitors online now
2 guests, 9 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site