Seandainya Aku Tidak Ada

6 Desember 2011

Baca: Mazmur 103:14–16

Alkitab dalam setahun: Daniel 10–12

Mind Map Seandainya Aku Tidak Ada

Mind Map Seandainya Aku Tidak Ada

Coba renungkan, seandainya Anda tidak pernah ada di dunia ini atau dalam kenyataan kehidupan ini. Itu berarti tidak pernah ada kisah hidup yang sekarang Anda miliki. Itu berarti tidak pernah ada apa-apa yang bertalian dengan Anda. Apakah dunia dengan segala hukumnya akan berbeda seandainya Anda tidak ada? Tentu tidak. Dunia tetap seperti hari ini seandainya kita tidak ada. Ini berarti kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa terhadap dunia dan segala hukum alamnya. Tetapi kalau Anda ada, tentu ada suatu maksud yang besar yang Tuhan rancang bagi manusia di sekitar Anda. Sebab haruslah berbeda keadaannya kalau Anda hadir di dunia ini dibandingkan dengan ketidakhadiran Anda. Pertanyaan yang kemudian harus dimunculkan adalah, apa artinya diri Anda bagi orang lain?

Tuhan tidak memaksa kita berbuat sesuatu, sebab itu sangat bertentangan dengan hakikat-Nya. Tetapi Ia menghendaki apa yang dirancang-Nya dalam hidup kita dapat terwujud. Rancangan-Nya pasti rancangan yang sempurna bagi kita dan bagi manusia lain. Kalau kita menyadari hal ini dan memiliki hati yang bijaksana, kita akan mulai mempersoalkan apa artinya diri kita bagi sesama.

Memang perenungan seperti ini hanya dilakukan oleh sangat sedikit orang. Kiranya Anda salah satunya. Selama ini banyak orang hanya memikirkan dirinya sendiri, perasaannya sendiri dan kepentingan orang-orang yang dikasihinya, terutama yang memiliki hubungan darah dengan dirinya. Di luar keluarganya sendiri, dianggapnya tidak pantas menikmati sebagian dari tetesan keringat, darah dan air matanya. Bahkan kadang remah-remah roti dari meja makannya dianggap tidak perlu diberikan kepada orang yang membutuhkan makanan guna menyambung nyawanya. Hal ini mirip dengan orang kaya yang dilukiskan dalam Lukas 16.

Renungkan seandainya Anda sudah dibaringkan di peti mati. Apa yang telah Anda lakukan di singkatnya hidup ini? Semua yang telah diperjuangkan harus dilepaskan. Sempatkah menggunakan apa yang pernah ada di genggaman Anda untuk keselamatan jiwa orang lain? Pernahkah Anda menggunakan semua yang pernah dipercayakan Tuhan di tangan Anda untuk menyukakan hati-Nya? Manusia bukanlah makhluk gratis yang diberi kehidupan hanya untuk dirinya sendiri. Ada seorang Pribadi Agung, yang kepada-Nya kita harus mempertanggungjawabkan sepenuh perjalanan hidup ini. Kehidupan yang sangat mahal yang tidak terbeli ini diberikan kepada kita hanya untuk kepentingan Sang Pemberi.

Kalau kita boleh ada di bumi ini, tentu ada suatu maksud besar yang Tuhan rancang

bagi manusia di sekitar kita melalui diri kita.

One Response to “Seandainya Aku Tidak Ada”

  • hery:

    Tak mudah bagi saya mendapatkan renungan sebagus hari ini.Sebuah tulisan yang begitu jernih dan menyentuh tentang arti berbagi.Tulisan ini meningatkan saya tentang sebuah kisah yang bagus tentang manusia yang tak punya arti ketika ia hanya memiliki segala hal hanya untuk dirinya sendiri.
    “A Christmas Carol” sebuah kisah klasik yang sering diceritakan kembali saat hari Natal menjelang.Sebuah cerita yang ditulis Charles Dickens,seorang novelis besar di abad ke-19.
    Tokoh utama cerita ini adalan Ebenezer Scrooge.Seorang yang sukses dalam bisnisnya tapi kikir dan tak peduli pada sesama.Bahkan memperlakukan pegawainya,Bob Crathit, yang jujur dan baik itu,dengan semena-mena.Baginya harta miliknya hanya untuk dirinya sendiri.
    Barangkali karena itulah ia hanya tinggal sendiri, di sebuah rumah yang besar dan megah tapi terasa kosong dan hampa.
    Peringatan arwah sahabatnya,Jacob Marley,yang muncul di kamar tidurnya juga tak digubrisnya.Meski dengan pedih,sahabatnya itu mengatakan bahwa cara hidup mereka adalah salah.Arwah rekan bisnisnya itupun memperlihatkan rantai besar dan panjang yang mengikat kaki dan tangannya,yang ujung-ujungnya dibanduli kotak-kotak besi besar yang berisi ribuan uang koin.Suatu kesengsaraan yang amat sangat!
    Toh Ebenezer Scrooge tokoh utama di cerita ini sadar di ujung cerita:Apa yang dikejarnya dan dihasilkannya tak punya arti apa-apa.Ketika sebuah Roh memperlihatkan gambaran masa depannya.Di sebuah makam,dengan namanya di tertulis di sana.Apalagi di sekitar tempat itu, banyak orang memperbincangkan dirinya,tapi tragis banyak orang tak bersedih malah bergembira ketika tahu ia sudah meninggal dunia.
    Saya duduk termangu,merenungi kembali renungan hari ini.Dan bertanya dalam hati:”Kebaikkan apa yang telah saya lakukan bagi sesama selama ini?”

    Selamat menyambut Natal.Damai di Surga,damai di bumi,damai di hati.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 29
Who's Online

9 visitors online now
1 guests, 8 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site