1. Roh Kudus Sebagai Pribadi

APAKAH ROH KUDUS bisa dikatakan suatu pribadi? Memang sulit untuk menemukan definisi apakah pribadi itu. Tetapi biasanya yang dikatakan sebagai pribadi adalah oknum yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Benda tidak dapat disebut sebagai pribadi, sebab bukan oknum yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Pribadi adalah oknum yang mandiri (independent) dan tidak terikat oleh siapa pun dan apa pun. Pribadi adalah oknum yang dapat mengambil keputusan tanpa dipaksa atau diatur oleh pihak mana pun. Dengan demikian satu entitas disebut sebagai pribadi bila entitas tersebut memiliki kedaulatan sendiri. Dalam Alkitab dijumpai banyak informasi dan penjelasan bahwa Roh kudus memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Hal ini terbukti dalam beberapa informasi yang ditulis dalam Alkitab bahwa Roh Kudus memiliki kehendak.1 Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa Roh Kudus memberikan karunia. Di sini nampak bahwa Roh Kudus memiliki hak untuk memberikan kuasa itu.

Roh Kudus mempunyai pikiran.2 Dalam teks ini dikatakan bahwa Roh Kudus menyelidiki. Kata menyelidiki dalam teks aslinya adalah ereunao (ἐρευνάω) yang juga berarti investigate yang bermakna memeriksa dengan teliti untuk mendapat suatu hasil yang tepat dan detail. Dalam kegiatan investigasi ini dibutuhkan pikiran yang cerdas. Roh Kudus memiliki kecerdasan untuk hal tersebut. Dalam Alkitab juga dikatakan bahwa Roh Kudus mempunyai pengetahuan dan menyelidiki segala sesuatu, bahkan yang ada di dalam diri Allah.3 Kalau ayat ini tidak dipahami dengan benar bisa menimbulkan penafsiran yang salah, seakan-akan Roh Kudus bisa terpisah dari Allah sehingga berintervensi terhadap diri Allah sendiri. Tetapi yang benar bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah Bapa sendiri atau keluar dari Allah Bapa. Untuk memperjelas kasus di atas, harus memperhatikan 1Korintus 2:11 yang berbunyi: “Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah”. Kata roh manusia dalam ayat ini bukan berarti roh yang dapat terpisah dari manusia. Tetapi roh manusia itu sendiri selalu menyatu dengan pribadinya. Bedanya dengan Allah, Roh Allah bisa hadir dimana-mana tanpa pribadi Allah Bapa sendiri. Tetapi manusia tidak, dimana ada roh manusia di situ ada pribadi manusianya juga.

Dalam banyak ayat di dalam Alkitab sering muncul pernyataan bahwa Roh Allah atau Roh Kudus didukacitakan. Roh Kudus dapat didukacitakan, ini berarti Ia memiliki perasaan.4 Berkenaan dengan hal ini Alkitab juga jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus dapat dihujat.5 Berbicara mengenai penghujatan Roh Kudus sebenarnya semakin memperjelas fakta mengenai Allah Tritunggal, bahwa satu-satunya representasi Allah yang memenuhi jagad raya dan yang bekerja di hati manusia hanyalah Roh Kudus, sedangkan Allah Bapa dan Allah Anak ada di surga.

Roh kudus juga melakukan banyak hal sebagaimana suatu pribadi bertindak dan berbuat; misalnya Ia memimpin orang percaya kepada kebenaran.6 Dalam teks ini Roh Kudus disebut sebagai Roh Kebenaran. Hal ini sesuai dengan fungsi-Nya, Roh Kudus menuntun orang percaya kepada segala kebenaran. Roh Kudus menyadarkan dan meyakinkan seseorang akan dosanya,7 Roh Kudus juga membantu kita berdoa.8 Karya paling dahsyat ketika Roh Allah atau Roh Kudus menaungi manusia dalam hal ini Maria sehingga mengandung dan melahirkan Mesias.9 Masih banyak lagi tindakkan Roh Kudus yang diungkapkan dalam Alkitab, semua ini menunjukkan bahwa Dia adalah pribadi yang berdaulat. Tidak ada yang mengatur dan mengendalikan Roh Kudus, karena Roh Kudus mengendalikan diri-Nya sendiri. Dengan demikian sulit membantah bahwa Roh Kudus bukan Pribadi, yaitu jika ditinjau dari keberadaan-Nya yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak serta kedaulatan-Nya.

1) 1Korintus 12:11 ; 2) Roma 8:27 ; 3) 1Korintus 2:10 ; 4) Yesaya 63:10; Efesus 4:30 dan lain sebagainya ; 5) Matius 12:31-32 ; 6) Yohanes 16:13 ; 7) Yohanes 16:8 ; 8) Roma 8:26 ; 9) Lukas 1:35

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.