Realistis

1 Nopember 2011

Baca: 2 Petrus 3:1–7

Alkitab dalam setahun: Mazmur 114–118

Mind Map Realistis

Mind Map Realistis

Realistis artinya bersifat nyata atau bersifat wajar. Seseorang disebut realistis apabila ia berpikir dan bersikap secara nyata; artinya, berpijak kepada sesuatu yang sudah, sedang dan akan pasti terjadi dalam kenyataan hidup ini. Inilah cara berpikir yang wajar. Secara umum, orang menganggap yang realistis adalah orang-orang yang memiliki pola berpikir seperti kebanyakan orang lainnya. Bila pola berpikir seseorang tidak sama dengan orang rata-rata, maka biasanya dikategorikan tidak atau kurang realistis. Itulah yang dinilai oleh khalayak umum; dalam hal ini ukuran realistisnya ditentukan oleh cara pandang kebanyakan orang.

Orang-orang yang memercayai Tuhan akan sungguh-sungguh berusaha untuk mengenal Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya untuk menyukakan hati-Nya serta menujukan fokusnya ke langit baru dan bumi baru. Tidaklah heran apabila orang-orang dunia ini memandang hidup semacam ini tidak realistis. Tidaklah heran apabila orang-orang yang sungguh-sungguh percaya ini dianggap memiliki kehidupan yang tidak wajar. Sebaliknya, orang-orang yang hari ini dalam dunia menggelar hidupnya hanya untuk pemenuhan kesenangan diri sendiri, meraih cita-cita, memburu fasilitas kebutuhan jasmani dan hidup wajar seperti kebanyakan orang, dipandang realistis. Orang-orang dunia ini tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang diperjuangkan hari ini itu akhirnya akan lenyap, tidak bisa menjadi harta abadi. Tetapi anehnya mereka merasa bahwa merekalah yang hidup realistis dan wajar.

Mari kita pandang hal ini dengan jujur. Kehidupan di dunia ini yang hanya 70-80 tahunan tidak ada artinya apa-apa dibandingkan kekekalan. Jadi yang manakah yang realistis, yang memperjuangkan hidup selama 70 tahun dan mengabaikan kekekalan sesudah itu, atau memperjuangkan kekekalan dengan kerelaan mengorbankan hidup selama 70 tahun?

Tuhan Semesta Alam itu nyata, dan Ialah pencipta langit dan bumi. Demikian juga dengan surga dan neraka. Jadi kalau orang yang berpikir realistis tentu tidak akan menganggap surga dan neraka sebagai sekadar fantasi orang beragama yang digunakan sebagai alat untuk memperdaya orang. Justru hidup hari inilah yang seperti fantasi, seperti mimpi yang singkat, sebab bumi yang sekarang ini dipersiapkan untuk dihancurkan oleh api pada hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. Kalau kita percaya akan hal itu, maka lebih realistis jika kita mengarahkan hidup kita untuk mengenal Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Hidup realistis sesuai kehendak Tuhan akan dianggap

tidak realistis oleh orang-orang dunia.

Bagikan melalui:
zv7qrnb
Bookmark the permalink.

Comments are closed.