Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan

MInd Map Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan

MInd Map Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan

21 September 2013

Alkitab dalam setahun: Yesaya 1-4

Mengapa setiap orang memiliki pengalaman dengan Tuhan yang berbeda? Bagi yang seorang Tuhan begitu nyata dan yang lain mengapa tidak? Apakah Tuhan diskriminasi? Tentu saja tidak. Tuhan yang sama Tuhan yang menyediakan diri kepada semua orang. Seberapa dalam seseorang mengalami Tuhan tergantung masing-masing individu menyediakan diri. Menyediakan diri di sini maksudnya adalah seberapa banyak waktu, tenaga dan perhatian yang digunakan untuk mencari Tuhan atau mengalami-Nya. Orang-orang yang sungguh-sungguh haus dan lapar akan kebenaran, artinya sungguh-sungguh merindukan mengalami Tuhan pasti akan memiliki perjumpaan pribadi secara luar biasa dengan Tuhan. Hal ini sama dengan apa yang Tuhan Yesus katakan bahwa orang yang haus dan lapar akan kebenaran akan dipuaskan (Mat. 5:6). Tuhan tidak akan ditemukan secara limpah oleh mereka yang tidak haus dan lapar akan diri-Nya. Tuhan akan ditemukan oleh mereka yang merindukan Tuhan, seperti rusa merindukan sungai yang berair (Mzm. 42:2-3). Kalau seorang kafir seperti Kornelius oleh karena kerinduannya akan Tuhan bisa dijumpai Tuhan, apalagi orang percaya (Kis. 10).

Perjumpaan pribadi dengan Tuhan tidak harus secara mistik dengan pengalaman spektakuler seperti melalui mimpi, penglihatan atau berjumpa secara fisik. Pengalaman secara mistis sangat subyektif dan sering penuh dengan intrik kepalsuan. Tetapi justru yang penting adalah melalui pengalaman hidup setiap hari. Perjumpaan dengan Tuhan akan membuahkan kehidupan yang lebih bersih, penghargaan kepada nilai-nilai rohani terutama kerajaan Sorga yang akan datang dan pembelaannya terhadap pekerjaan Tuhan tanpa batas. Orang-orang inilah yang disebut sebagai sungguh-sungguh “bertuhan” atau dalam bahasa Alkitab sebagai hidup di hadapan Tuhan. Orang yang menemukan Tuhan memiliki kualitas hidup yang berbeda dengan mereka yang tidak menemukan Tuhan. Berkenaan dengan hal ini tidak ada harga murah untuk menemukan perjumpaan dengan Tuhan. Menemukan Tuhan berarti menemukan harta yang tidak ternilai. Sayang banyak orang Kristen yang merasa sudah menemukan Tuhan pada hal sebenarnya belum. Mereka hanya menemukan teori tentang Tuhan yang mereka dengar. Mereka merasa sudah mengalami Tuhan hanya karena bisa berbicara mengenai Tuhan. Seorang yang berbicara mengenai Tuhan seharusnya mengalami Tuhan. Ia bukan hanya bisa berbicara berdasarkan apa kata orang tentang Tuhan tetapi juga mengalami apa yang dituturkan. Banyak orang berbicara mengenai Tuhan karena sudah sekolah Alkitab atau sekolah theologia atau sudah mendengar banyak mengenai Dia. Biasanya orang-orang seperti ini tidak mengubah orang lain.

Perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang penting

adalah melalui pengalaman hidup setiap hari.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>