Pengertian Nyawa

15 Januari 2012
Baca: Matius 10:39; 16:25-26
Alkitab dalam setahun: Kejadian 19-21

Mind Map Pengertian Nyawa

Mind Map Pengertian Nyawa

Orang yang menyadari bahwa ia menumpang dan bersikap sebagai seorang penumpang di dunia ini lebih memiliki kemungkinan yang besar memiliki dunia yang baru bersama dengan Sang Maha Raja. Tetapi kalau seseorang tidak merasa bahwa ia menumpang, ia akan kehilangan kesempatan memiliki dunia lain yang lebih baik (Mat 10:39; 16:25-26). Nyawa dalam Mat 10:39 menunjuk kesenangan-kesenangan jiwa yang dipengaruhi oleh filosofi hidup manusia pada umum¬nya. Jiwa manusia diwarnai oleh cara hidup anak-anak dunia yang bukan umat pili¬han yang tidak dipersiapkan mewarisi Kerajaan-Nya.
Semua manusia telah diracuni oleh filosofi hidup yang menggiring menuju ke-gelapan abadi ini. Terlena dengan segala kesenangan hidup hari ini sampai ia ke¬hilangan kesempatan selamanya. Kesempatan ini tidak terbeli oleh apapun. Tidak menghargai kesempatan ini sama dengan tidak menghargai Tuhan yang memberi kesempatan.
Betapa mengerikan keadaan manusia yang kehilangan dunia yang akan datang. Tetapi banyak orang tidak memperdulikannya. Ini agak mirip dengan anak-anak yang tidak mengerti betapa tinggi resiko kehidupan seorang anak yang tidak mau belajar dengan giat mempersiapkan hari esoknya. Kemalasannya membangun ke¬miskinan. Kegiatan hidupnya atau kerajinannya ditujukan kepada kegiatan yang lain. Kegiatan yang tidak mempersiapkan hari esoknya. Tetapi ini masih ringan dibanding dengan seseorang tidak memiliki hari esok di kekekalan. Anak-anak muda yang tidak mau kehilangan masa muda seperti yang dimiliki dan dinikmati anak-anak muda lain, akhirnya membangun kehancuran hari esoknya. Demikian pula orang-orang yang tidak mau kehilangan nyawanya atau masa hidup di dunia hari ini tetapi kehilangan hari esok di keabadian.
Kehilangan nyawa berarti seorang yang menyadari dan memperlakukan bahwa hidup di dunia ini bukanlah untuk menetap. Tujuh puluh tahun harus di¬anggap sebagai singgah sementara. Dalam persinggahan itu tidak boleh bersikap seakan-akan akan menetap. Sebagian besar manusia juga orang-orang Kristen bersikap sebagai orang yang seolah-olah akan menetap. Kalau irama hidup ini tidak segera diubah, maka ia tidak akan pernah bisa berubah. Karena tidak bisa berubah lagi maka ia akan berpikir bahwa itu irama hidup wajar yang ditolerir oleh Tuhan. Dalam hatinya akan berkata, “hidup memang begini”. Orang-orang seperti ini tidak bisa lagi mengerti kebenaran, dan sebagian merasa bahwa mereka mengerti kebenaran. Begitu hebatnya iblis menipu mereka.

Orang yang rela kehilangan nyawanya hari ini
akan beroleh nyawanya di dunia yang baru bersama Sang Maha Raja

Bagikan melalui:
m4s0n501
Bookmark the permalink.

Comments are closed.