Melelahkan Tuhan

2 Februari 2012
Baca: Ibrani 3:18-19
Alkitab dalam setahun: Matius 15–17

Mind Map Melelahkan Tuhan

Mind Map Melelahkan Tuhan

Dalam sejarah keluarnya bangsa Israel dari Mesir, Tuhan juga menggunakan proses bertahap, sampai bangsa itu menginjak tanah Kanaan. Sebagai konsekuensi dari hukum proses yang bertahap ini sebagian besar bangsa itu tewas di padang gurun. Inilah konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Mengapa harus menggunakan proses bertahap ini? Bukankah sebenarnya Tuhan berkuasa memindahkan bangsa Israel generasi Musa tersebut dengan mukjizat. Sehingga mereka dapat menjangkau tanah Kanaan tanpa perjuangan yang sangat berat dan melelahkan selama 40 tahun di padang gurun (sekitar tahun 1440 SM sampai 1400 SM). Proses bertahap bangsa Israel menjangkau Kanaan ini sungguh-sungguh melelahkan bagi bangsa itu, juga bagi Tuhan sendiri. Kata lelah dalam bahasa Ibraninya adalah halowt (תוֹאְלַה), dari akar kata laah (האל). Kata ini juga berarti grieve dalam Bahasa Inggris (berduka).
Allah tidak pernah bisa lelah dalam segala karyanya, tetapi mengurusi manusia, Allah merasa lelah (perasaan) dalam arti berduka (Ing. grieve). Karena keras kepala dan tegar tengkuknya bangsa itu, sampai suatu saat, membuat Tuhan nyaris meninggalkan bangsa itu. Musa tampil sebagai juru syafaat bangsa itu dan berusaha melunakkan hati Tuhan, sehingga Tuhan kembali berkenan menyertai bangsa itu. Seandainya Tuhan tidak menggunakan proses bertahap, maka tidak ada di antara bangsa Israel yang tewas di padang gurun. Berarti semua bangsa itu sampai tanah Kanaan. Bukankah ini lebih taktis dan praktis? Sekilas tindakan Tuhan membawa bangsa Israel berputar-putar di padang gurun sebagai suatu kebodohan, sebab sebagian besar bangsa itu sudah sangat menderita sebagai budak di Mesir, kemudian mereka juga menderita di padang gurun dan akhirnya tewas sehingga tidak pernah menginjak tanah Kanaan. Betapa tragisnya hal itu! Tetapi inilah tindakan Tuhan yang memiliki rule di dalam diri-Nya, dan Ia konsekuen dengan hukum-Nya sen-diri. Dalam beberapa teks baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru nampak kesan kuat bahwa Allah laah (lelah dalam perasaan) karena atau terhadap umat pi-lihan-Nya (Yes. 7:13; Ibr. 3:8-19; Rom. 10:21; 1 Kor. 10 dan lain sebagainya). Dari realita ini menunjukkan jelas sekali bahwa Allah tidak bisa menghindarkan Diri-Nya dari hukum itu. Allah yang menetapkan dan Ia sendiri konsekuen terhadap hukum itu untuk ditegakkan, bahkan terhadap Dirinya sendiri. Seakan-akan Tuhan sendiri terjerat atau terikat oleh ketetapan-Nya sendiri. Di sini kita menemukan integritas Tuhan yang sempurna.

Tuhan memiliki “rule” di dalam diri-Nya, dan Ia sangat konsekuen dengan hal itu.

Proses Bertahap Hukum Kehidupan

1 Februari 2012
Baca: Kejadian 1:1-31
Alkitab dalam setahun: Matius 13–14

Mind Map Proses Bertahap Hukum Kehidupan

Mind Map Proses Bertahap Hukum Kehidupan

Dari apa yang dipaparkan Alkitab mengenai tindakan dan perbuatan Allah, banyak fenomena istimewa yang sangat penting yang harus dipahami. Hal ini akan membuka mata pengertian kita untuk menemukan hakekat Tuhan yang khas sekaligus hukum kehidupan yang ditetapkan-Nya. Salah satunya adalah, bahwa Tuhan dalam mengerjakan sesuatu selalu menggunakan prinsip “proses bertahap”. Inilah hukum kehidupan yang ditetapkan atas semua makhluk, bahwa mereka harus tunduk pada prinsip ini, bahkan kadang-kadang termasuk Allah sendiri. Suatu tindakan percepatan bisa saja dilakukan Tuhan dalam pertimbangan khusus, tetapi itu pasti sebuah pengecualian yang sangat jarang Tuhan lakukan. Lagi pula percepatan bisa dilakukan dengan dasar-dasar hukum (rule) tertentu yang tidak bisa kita pahami sekarang ini. Tuhan membuat lima roti dua ikan cukup untuk lima ribu orang, merupakan mukjizat yang “penuh misteri”. Alkitab tidak pernah menjelaskan bagaimana prosesnya. Tuhan tidak akan menumbuhkan gandum dan membiakkan ikan dalam satu malam, kecuali kisah Yunus. Pohon jarak yang ditumbuhkan itu pun dalam rangka memberikan pelajaran bagi Yunus, bukan menghilangkan tanggung jawab manusia untuk mengelola tanah atau menanam tumbuhan. Mukjizat dapat Tuhan lakukan untuk “keadaan khusus” dan biasanya kondisi yang ekstrim. Jika tidak, Tuhan tidak akan mengumbar mukjizat yang akhirnya akan merusak ketetapan-Nya sendiri.
Hukum ini nampak sangat jelas sejak penciptaan alam semesta yang dibagi dalam enam hari. Usai melakukan penciptaan pada hari pertama, penciptaan berikut hari ke dua. Usia hari ke dua, Tuhan meneruskannya di keesokan harinya, dan seterusnya sampai hari terakhir. Logika manusia yang wajar dapat memandang tindakan Tuhan tersebut sebagai pemborosan waktu dan tindakan yang kurang taktis. Bukankah oleh kemahakuasaan-Nya, dalam sekejap Allah bisa menciptakan alam semesta dengan segala isinya ini tanpa berlarut-larut atau berhari-hari. Dalam beberapa legenda yang dapat ditemukan di Jawa, terdapat kisah mengenai seorang “sakti” yang bisa membangun candi dalam semalam. Cukup satu malam saja. Allah yang dipandang lebih berkuasa tentu bisa berbuat demikian juga. Kalau mau, bisa selesai dalam sekejap, tidak perlu berhari-hari, Kenyataannya, Allah Semesta Alam menciptakan segala sesuatu dengan proses yang bertahap. Di balik fenomena riil dari apa yang dikerjakan Tuhan ini terdapat pesan yang sangat penting untuk dicermati, dipahami dan terima. Pengertian ini menjadi kekayaan yang tidak ternilai, bahwa segala sesuatu harus melalui proses bertahap.

Segala sesuatu diciptakan Tuhan dalam proses yang bertahap
sesuai kebijaksanaan dan kedaulatan-Nya.

Mencari Dia Sementara Bisa Ditemui

31 Januari 2012
Baca: Yesaya 55: 6
Alkitab dalam setahun: Matius 11-12

Mind Map Mencari Dia Sementara Bisa Ditemui

Mind Map Mencari Dia Sementara Bisa Ditemui

Pagi hari menjadi saat dimana kita memulai menggelar sekolah kehidupan un¬tuk mengenal apa yang Dia ingini untuk dilakukan. Sebab inilah satu-satunya langkah kehidupan yang harus kita miliki seperti yang menjadi prinsip hidup Anak Tunggal Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus: Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Itu berarti setiap pagi kita harus mulai ber¬tanya: Apa yang Engkau inginkan aku lakukan ya Bapa. Ini berarti kita sudah tidak mempersoalkan apa yang baik dan buruk di mata hukum dan manusia. Baginya Tuhan adalah hukumnya. Disini seseorang barulah dikatakan meletakkan Tuhan di tahta hatinya. Inilah orang yang ber-Tuhan dengan benar. Bukan menjadikan Tuhan sebagai hulubalang atau pengawal, tetapi sebagai “The Majesty”, yang Maha Mulia.
Banyak orang yang merasa sudah memuliakan Tuhan bila mengatakan kepada Tuhan sebagai yang Maha Mulia. Bibirnya mengatakan Tuhan Maha Mulia tetapi kelakuannya hanya menjadikan Tuhan sekedar sebagai hulubalangnya. Gerakan pu¬jian dan penyembahan kalau hanya berhenti sampai menyanyi sama seperti seorang anak TK yang tidak pernah naik pindah sekolah. Bodohnya tidak sedikit orang Kris¬ten yang merasa sudah hidup di hadirat Tuhan hanya karena cakap menaikkan pe¬nyembahan dan pujian dengan bibirnya. Mereka berpikir Tuhan sudah cukup puas dipuji sebagai yang Maha Mulia dan sederetan kata indah lainnya. Padahal yang penting dalam kehidupan ini adalah bagaimana menemukan apa yang Tuhan ingini untuk dilakukan dan melakukannya dengan hati yang menghormati dan mengasihi Dia.
Hidup seperti ini menjadi rumit, sebab memahami manusia lain saja sangatlah sulit apalagi memahami Tuhan yang tidak kelihatan. Tetapi tidak jika kita serius. Mengenal manusia lain bisa lebih rumit sebab manusia penuh dengan intrik mu¬nafik dan sering sangat terselubung. Berbeda dengan Tuhan yang berkenan di temui oleh orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Yes 55:6). Kita harus yakin bisa menemukanNya. Jangan punya mental block, sehingga kalah sebelum berperang. Jadi selagi masih berkesempatan untuk mencari dan menemukan Dia, kita harus berusaha sungguh-sungguh. Orang yang mengutamakan Tuhan adalah orang yang meletakkan hal mencari dan menemukan kehendak Tuhan adalah hal yang paling utama dalam kehidupan ini, lebih dari apapun dan siapapun. Ini salah satu ciri dari orang yang menghormati dan mengasihi Tuhan.

Carilah Tuhan selagi masih ada waktu, jadikan Dia sebagai Yang Maha Mulia.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 45
Who's Online

13 visitors online now
2 guests, 11 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
February 2012
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site