Memerhatikan Orang yang Tidak Berdaya

17 Januari 2012
Baca: Matius 26:6-13
Alkitab dalam setahun: Kejadian 25-26

Mind Map Memerhatikan Orang yang Tidak Berdaya

Mind Map Memerhatikan Orang yang Tidak Berdaya

Dalam bacaan hari ini, kita menemukan kisah mengenai seorang wanita yang mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak yang sangat mahal, yakni minyak nar¬wastu. Menurut catatan sejarah, minyak narwastu tidak berasal dari Timur Tengah, tetapi dari India; itulah sebabnya harganya mahal.
Yang menarik dalam kisah ini adalah, begitu wanita ini mencurahkan minyak ke atas kepala Tuhan Yesus, orang-orang memprotes tindakannya. Mereka mengang¬gap tindakan wanita ini suatu pemborosan. Momentum ini digunakan Tuhan Yesus untuk mengajar mereka suatu kebenaran. Ia menyampaikan suatu pernyataan yang sangat penting, yang harus kita perhatikan dengan serius: “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.” (ay. 11)
Pernyataan Tuhan Yesus ini hendak menunjukkan bahwa orang percaya memi¬liki tanggung jawab untuk memperhatikan sesamanya yang miskin. Tentu kemiski¬nan disini memiliki arti yang luas. Kata miskin di teks ini adalah πτωχός (ptōkhós). Dalam bahasa Yunani, ada beberapa kata yang dapat diterjemahkan “miskin”. Selain ptōkhós, ada πενιχρός (penikhrós) dan πένης (pénēs). Penikhrōs berarti miskin secara harta; misalnya dikenakan untuk janda miskin yang kisahnya ditulis dalam Luk. 21:2. Kemiskinan ini biasanya disertai dengan sengsara atau penderitaan. Kata pénēs muncul hanya satu kali dalam Alkitab (2Kor. 9:9). Artinya, miskin tetapi ma¬sih mampu menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja. Kata pénēs juga dihubung¬kan dengan rasa lapar. Sementara kata ptōkhós berarti kemiskinan yang sangat ekstrem, di mana si miskin sama sekali tidak mampu mencari penghidupan atas dirinya. Kata ptōkhós juga memiliki hubungan dengan kata πτώσσω (ptōssō)yang berarti “menundukkan badan”. Ini memperlihatkan ketidakberdayaan seseorang se¬hingga tidak mampu atau tidak layak menegakkan badannya.
Tuhan Yesus memberi tugas kepada orang percaya untuk memperhatikan orang yang tidak berdaya. Tentu ketidak berdayaan disini bukan hanya secara ma¬teri, tetapi terutama ketidak berdayaan sesama dalam hal mencapai keselamatan abadi. Sebab apa artinya materi yang dapat kita bagikan jika mereka akhirnya tidak selamat. Namun demikian bukan berarti karena fokus kita pada keselamatan jiwa, kita tidak memperdulikan kebutuhan jasmani. Sering dalam pelayanan, kita harus memperhatikan kebutuhan jasmani barulah kebutuhan jiwanya. Bagaimana mereka bisa mendengar Firman kalau mereka lapar? Bagaimana mereka bisa membaca Fir¬man kalau mereka buta huruf? Sudahkah kita memperhatikan mereka?

Tugas orang percaya adalah memperhatikan orang yang tidak berdaya, secara fisik,
terutama yang menyangkut keselamatan jiwanya.

Comments are closed.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 29
Who's Online

13 visitors online now
2 guests, 11 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site