Kriteria Produk yang Salah

5 Agustus 2011

Baca: Efesus 2:10

Alkitab dalam setahun: Amsal 10–12

Mind Map Kriteria Produk yang Salah

Mind Map Kriteria Produk yang Salah

Akibat tipu muslihat dunia, banyak komunitas Kristen tergiring oleh teologi “berusaha menjadi produk yang baik menurut manusia”. Kriteria produk yang baik menurut manusia adalah menjadi manusia terhormat di mata orang lain, memiliki berbagai fasilitas hidup seperti yang dimiliki orang lain, bahkan kalau bisa lebih besar, lebih banyak dan lebih tinggi kualitasnya. Semakin memiliki banyak semakin bahagia dan terhormat. Nilai kehidupan diukur oleh materi dan penilaian manusia. Pemikiran ini menyenangkan bagi manusia, namun mengakibatkan tidak akan pernah bisa mengasihi Tuhan dan menghormati Tuhan secara pantas.

Ciri teologi seperti ini adalah bertitik berat pada promosi kuasa Tuhan, perayaan kedahsyatan-Nya dan kebaikan-Nya yang mengagumkan. Titik beratnya bukan pada mempelajari kebenaran Firman Tuhan yang mengubah pola berpikir. Mereka memandang liturgi atau kebaktian sebagai satu-satunya cara memuaskan hati Tuhan, agar Ia akan mencurahkan berkat-Nya. Itulah sebabnya mereka berusaha membuat liturgi atau kebaktian mereka sebaik mungkin. Sebetulnya itu alasan yang tidak tepat. Kita harus mengemas liturgi dan kebaktian sebaik mungkin, tetapi bukan agar Ia senang dan mencurahkan berkat-Nya. Liturgi bukanlah satu-satunya cara untuk menyenangkan hati Tuhan guna menjadi produk yang baik di mata-Nya.

Kriteria produk yang baik menurut pengertian manusia tidak sama dengan kriteria Allah. Tuhan tidak pernah menginginkan agar keselamatan, kuasa dan kebaikan Tuhan dipromosikan untuk dapat meraih kehidupan yang berhasil dan sukses menurut pengertian manusia. Kriteria kebaikan menurut mata manusia adalah berkat jasmani atau keadaan lahiriah seseorang yang baik, tetapi kriteria kebaikan di mata Allah adalah mengasihi dan menghormati-Nya.

Kalau kita masih mengenakan kriteria produk yang salah, kita harus bertobat. Sebab kalau keadaan ini berlarut-larut dan tidak segera dibereskan, kita tidak pernah mengerti bagaimana produk yang baik menurut Tuhan dan tidak pernah berminat menjadi produk yang baik menurut Tuhan. Untuk berubah menjadi produk yang baik harus dilakukan sedini mungkin. Oleh sebab itu kebenaran ini harus diajarkan sejak manusia masih kanak-kanak. Kesempatan untuk menjadi produk yang baik sangat terbatas. Kalau kesempatan berlalu maka tidak akan pernah kembali, berarti tidak akan pernah menjadi produk yang baik. Karena itu ingatlah, bahwa sebagai produk buatan Allah, Ia ingin supaya kita hidup dalam kriteria-Nya, melakukan pekerjaan baik menurut kriteria-Nya.

Kriteria produk yang baik menurut pengertian manusia

tidak sama dengan kriteria Allah.

Bagikan melalui:
Tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>