Krisis Gambar Diri

10 Juli 2010

Baca: Roma 8:28–30

Alkitab dalam setahun: 1 Samuel 18–20

Mind Map Krisis Gambar Diri

Mind Map Krisis Gambar Diri

Keselamatan dalam Yesus Kristus membuka peluang manusia untuk dapat belajar mengenal dirinya dengan benar dan mengembangkannya sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Pernyataan Tuhan Yesus bahwa orang percaya harus sempurna seperti Bapa di Surga (Mat. 5:48) sebenarnya sama dengan panggilan untuk menemukan gambar diri yang dikehendaki Bapa di Surga. Gambar diri ini adalah kesempurnaan.

Pergumulan untuk menemukan gambar diri ini belum tuntas diselesaikan oleh Adam. Sekiranya Adam bertumbuh mengejar kesempurnaan seperti Bapa di Surga, niscaya ia tidak jatuh ke dalam dosa. Kesempurnaan, yaitu keadaan segambar dan serupa dengan Allah, berarti Iblis tak akan mampu mengungguli manusia.

Dengan demikian istilah “krisis gambar diri” harus dikoreksi dan dipahami dengan pemahaman yang baru. Sebab kalau dikatakan “krisis”, seolah-olah pernah ada suatu masa saat manusia pernah memiliki gambar diri yang sempurna. Padahal sebelum Anak Allah datang, manusia belum sempat sampai kepada tingkat mengungguli Iblis. Kalaupun harus digunakan kata “krisis”, harus dalam pengertian baru bahwa manusia memang belum mencapai gambar diri yang dikehendaki oleh Allah, sementara tenggat waktu untuk menerima pemulihan gambar diri itu semakin dekat. Jadi pengertian yang benar mengenai krisis gambar diri bukanlah pengembalian gambar diri seolah-olah manusia pernah mencapai gambar diri yang ideal atau sempurna dan pernah menetap permanen dalam dirinya, melainkan pengembalian proses penyempurnaan untuk menemukan gambar diri yang telah gagal oleh manusia pertama.

Adam pertama gagal; Adam kedua—yaitu Tuhan Yesus Kristus—berhasil. Dengan keberhasilan Adam kedua menemukan gambar diri seperti yang Bapa kehendaki, maka orang yang percaya dan mengikut-Nya pun diberi peluang untuk berhasil juga, sama seperti Dia (Rm. 8:29).

Maka panggilan untuk sempurna seperti Bapa adalah meneruskan proses penyempurnaan manusia yang tertunda oleh Adam. Kedatangan Tuhan Yesus sebagai Adam kedua merupakan awal dari dimulainya kembali proses pencarian gambar diri oleh manusia yang diciptakan segambar dengan Allah agar sempurna seperti Bapa di Surga. Melalui dan di dalam Dia, Bapa menciptakan manusia-manusia baru yang akan dapat menjadi kesukaan-Nya. Ia berkenan pula kepada orang percaya yang menemukan gambar dirinya seperti Tuhan Yesus.

Panggilan untuk sempurna seperti Bapa adalah

meneruskan proses penyempurnaan untuk menemukan gambar dirinya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.