Kemerdekaan Yang Sejati
26 Januari 2012
Baca: Galatia 5:1
Alkitab dalam setahun: Kejadian 48-50
Bagaimanakah sebenarnya kebebasan atau kemerdekaan itu? Sebab sering kita mendengar pembicara di mimbar berbicara mengenai kebebasan atau ke¬merdekaan dalam Kristus, tetapi sebenarnya tidak ada kejelasan mengenai proses kemerdekaan tersebut. Kita dinyatakan sudah merdeka tetapi kita tidak mengala-mi dan merasakan sesuatu yang luar biasa dari kemerdekaan itu. Kalau begitu apa bedanya kita dengan mereka yang ada di luar anugerah keselamatan Tuhan Yesus Kristus? Jangan sampai terjadi penipuan terhadap jemaat. Jemaat dinyatakan sudah merdeka padahal belum benar-benar merdeka. Bagaimanakah kemerdekaan dalam Kristus itu sebenarnya?
Memang Tuhan Yesus telah mati di kayu salib menebus dosa manusia. Pene¬busan itu memerdekakan. Seperti seorang budak yang telah digadaikan atau dijual sehingga menjadi milik seorang tuan. Sekarang tuan pemilik aslinya membelinya kembali dan memberi kesempatan apakah budak tersebut mau dimiliki oleh Tuan¬nya sendiri atau tidak. Kalau budak pada umumnya diperjual belikan oleh orang lain, tetapi kalau hal itu dikenakan pada manusia yang memiliki kehendak bebas masalahnya menjadi berbeda. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang harus dimiliki Tuhan sebagai “budak-Nya” diberi kebebasan apakah ia mau menjadi budak Tuhan atau menjadi milik kuasa lain.
Manusia di taman Eden menghadapi perjuangan apakah memberi diri menjadi budak Tuhan atau budak setan. Ternyata manusia disesatkan oleh iblis sehingga ia menjual diri dan gagal menjadi budak Tuhan. Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia untuk membeli kembali manusia milik-Nya tersebut. Sekarang setelah Ia membeli kita, kita diberi kebebasan untuk menjadi milik Tuhan atau milik setan. Kembali perjuangan yang pernah terjadi di Eden juga terjadi dalam kehidupan kita. Kalau kita merasa otomatis sudah merdeka padahal belum, betapa menyedihkan. Untuk menjadi milik Tuhan atau budak Tuhan, kita dituntut untuk berjuang dengan serius. Itulah sebabnya Paulus dalam tulisannya mengatakan: Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan (Gal 5:1).
Jadi, kalau diajarkan bahwa kebebasan itu otomatis dimiliki oleh orang Kris¬ten, itu adalah ajaran yang sesat. Tuhan Yesus memang telah mati di kayu salib untuk membeli kita, tetapi selanjutnya apakah kita mau dimiliki Tuhan atau tidak tergantung respon setiap individu.
Untuk mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya,
kita harus meresponi keselamatan dalam Tuhan Yesus.

