Keluar Dari Bapa

ENGLISH VERSION

11 Mei 2013

Alkitab dalam setahun: Mazmur 36-38

Mind Map Keluar dari Bapa

Mind Map Keluar dari Bapa

Salah satu pokok pengajaran dalam gereja yang diperdebatkan hebat sepanjang sejarah gereja adalah siapakah atau apakah Roh Kudus itu? Roh Kudus bukan sekedar tenaga aktif yang berasal dari Allah (seperti yang ditafsirkan oleh beberapa theolog), semacam aliran tenaga listrik. Kalau Allah digambarkan sebagai pusat tenaga listriknya, Roh Kudus sebagai arusnya. Ini pandangan yang kurang tepat, tetapi memiliki sebagian kebenaran. Mengapa dikatakan sebagian kebenaran? Sebab memang Roh Kudus keluar dari diri Allah Bapa (Yoh. 15:26). Kata keluar di sini dalam teks aslinya adalah ekporeuetai (ἐκπορεύεται) selain berarti to go forth, go out, depart (keluar, berangkat dari, datang dari), juga berarti proceed (meneruskan atau melanjutkan). Dalam hal ini Roh Kudus bertugas meneruskan atau melanjutkan apa yang Allah Bapa kehendaki atau yang Allah Bapa kerjakan. Berkenaan dengan proyek penyelamatan umat manusia di dalam Tuhan Yesus Kristus, Roh Kudus meneruskan pekerjaan Tuhan Yesus di dalam kehidupan orang percaya (Yoh. 16:7). Itulah sebabnya Roh Kudus adalah cara kehadiran Allah (Elohim).

Kalau roh-roh yang keluar dari diri Allah sebagai Bapa segala roh (Ibr. 12:9) menjadi pribadi yang mandiri (malaikat-malaikat, lusifer dan manusia), tetapi Roh Kudus tidak akan terpisah dari Bapa, sebab memang Roh Kudus adalah Allah sendiri atau kehadiran Allah sendiri (Elohim). Dalam hal ini yang harus ditegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah pribadi mandiri yang bisa terpisah dari Allah Bapa dan Allah Anak (Elohim). Roh Kudus adalah bagian dari diri Allah, sebab Roh Kudus mewakili kehadiran Allah Bapa dan Allah Anak. Oleh karenanya, kalau Roh Kudus disamakan dengan arus listrik dan Allah (Elohim) sebagai pusat tenaga Listriknya ada benarnya, tetapi tidak tepat. Yang benar adalah bahwa Roh Kudus selalu berhubungan dengan Bapa dan tidak akan terpisah, sebab Roh Kudus adalah kehadiran-Nya. Berbeda dengan Allah Anak (Tuhan Yesus) yang mandiri bisa terpisah dari Bapa menjadi manusia. Tidak benarnya adalah bahwa Roh Kudus tidak boleh disamakan dengan suatu benda atau suatu kekuatan yang tidak berperasaan, tidak bisa berpikir dan berkehendak. Inilah unik dan dahsyatnya Allah Bapa. Ia bisa berada di Sorga tetapi kehadiran-Nya bisa dimana-mana. Bagaimanapun Pribadi Allah Bapa ada di Sorga sesuai dengan doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus ajarkan, tetapi kehadiran-Nya bisa di bumi dan dimana-mana. Kehadiran Allah Bapa atau cara kehadiran-Nya inilah dikerjakan oleh Roh Kudus. Roh Kudus bisa dikatakan sebagai bagian dari pribadi Allah Bapa, tetapi bukan Allah Bapa. Allah Bapa di Sorga, Roh Kudus yang hadir dimana-mana.

Roh Kudus adalah bagian dari diri Allah, sebab Roh Kudus

mewakili kehadiran Allah Bapa dan Allah Anak.

Bagikan melalui:
p5rn7vb
Bookmark the permalink.

2 Responses to Keluar Dari Bapa

  1. Julie Buntoro says:

    Pelajaran dahsyat dan memberikan penerangan yang dahsyat! Syukur kepada Allah. BagiNyalah segala kemuliaan. Soli Deo Gloria.

  2. Stefanus Rantetondok says:

    Menilik pencerahan trinitas hari ini, apa implikasi praktis pada kehidupan kristiani kita? apa yg harus diubah? apakah kita memanjatkan doa kepada Allah Roh Kudus atau kepada Allah Bapa sebagaimana yang diajarkan Allah Anak kepada kita melalui doa Bapa Kami ?