Fobiesthe
13 Februari 2012
Baca: Matius 10:28
Alkitab dalam setahun: Ayub 14–16u
Tuhan Yesus membangkitkan perasaan takut akan Allah yang positif ini den¬gan pernyataan di Matius 10:28. “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takut¬lah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Kata takut dalam teks ini, bahasa Yunaninya adalah fobiesthe dari akar kata fobeo yang artinya takut, atau juga berarti memberi penghormatan secara mendalam. Menjadi masalah yang harus dipersoalkan dengan serius adalah apa lan¬dasan takut akan Tuhan ini? Tentu takut akan Tuhan bukan karena melihat suatu obyek yang bisa mengancam atau memberi teror (Ibr. morah). Tentu pula bukan seperti takutnya pencuri melihat polisi atau seorang terdakwa di depan hakim. Teta¬pi takut karena menghormati dan mengasihi Tuhan. Bagaimana seseorang dapat menghormati Tuhan? Jika ia meletakkan Tuhan pada urutan pertama dalam hidupnya. Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 4:8, “Engkau harus menyembah Tu¬han, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Kata menyembah dalam teks aslinya adalah proskuneo yang arti sempitnya adalah tunduk tetapi arti luasnya adalah memberi nilai tinggi. Kalau seseorang dapat memberi nilai tinggi Tuhan ia dapat menyembah Tuhan, dan inilah dasar seseorang untuk takut akan Allah. Tetapi bagaimana seseorang dapat memberi nilai tinggi Tuhan? Ia harus terus menerus mengalami pencerahan dari Tuhan atau pertumbuhan pengenalan akan Tuhan secara benar. Dalam Roma 12: 2 digunakan kata transformasi (metamor¬fousthe), yaitu pembaharuan pikiran. Dari pertumbuhan pengenalan akan Tuhan inilah seseorang menemukan bahwa Tuhan itu sangat mulia dan berharga.
Paulus setelah mengenal Tuhan Yesus memberi pernyatan, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kris¬tus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,” (Fil. 3:7-8). Bertalian dengan ini Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang seorang pedagang yang menemukan harta terpendam di dalam suatu ladang. Demi untuk memperoleh harta yang terpendam di ladang tersebut ia rela menjual seluruh har¬tanya. Segalanya menjadi tidak berarti demi pengenalan yang benar akan Tuhan.
Takutlah akan Tuhan dengan tindakan nyata dalam hidupmu.


Luar biasa.. Jadikan Tuhan sbg penguasa tunggal dlm hidup kita, dan mengakui bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati.