6 Desember 2014: Seluruh Perjalanan Hidup Ini

Sebenarnya yang menentukan “nasib kekal seseorang” bukan hanya akhir perjalanan hidup seseorang, tetapi juga awal, pertengahan dan seluruh perjalanan hidupnya. Hendaknya kita tidak berpikir bahwa awal dan pertengahan perjalanan hidup tidak terlalu penting. Banyak orang berpikir bahwa akhir perjalanan hidup yang menentukan nasib atau keadaan kekal seseorang. Justru mestinya dipahami bahwa awal perjalanan hidup manusia yang akan dominan menentukan arah kehidupan seseorang. Itulah sebabnya pendidikan sejak dini kepada kanak-kanak sangat signifikan menentukan arah perjalanan anak tersebut di hari esoknya. Apa lagi di dunia kita hari ini yang sarat dengan penyesatan melalui berbagai media. Sejak masih kanak-kanak dan remaja melalui berbagai media, pikiran mereka diisi dengan berbagai filosofi hidup yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Sejatinya seluruh waktu yang tersedia adalah kesempatan untuk bersiap-siap bertemu dengan Hakim Agung. Ini berarti setiap saat seseorang harus siap menghadap Tuhan untuk mempertanggungjawabkan seluruh kehidupannya selama di dunia (2Kor. 5:9-10). Oleh sebab itu kita harus sungguh-sungguh menghargai waktu karena waktu adalah anugerah yang sangat terbatas. Untuk dapat menghayati betapa berharga nilai waktu, perlu kita mempelajari kata waktu dari bahasa Yunani. Dalam bahasa Yunani ada beberapa kata yang dapat diterjemahkan “waktu” dalam bahasa Indonesia. Pertama, hora (Yun. ώρα). Kata ini menunjuk kepada waktu dalam pengertian durasinya (panjang dan pendeknya, lama dan singkatnya). Kita harus memperhatikan bahwa durasi waktu hidup kita sangat singkat. Karena terbatasnya waktu yang disediakan Tuhan, maka kita harus sungguh-sungguh menghargai waktu yang ada (Yoh. 9:4; Ef. 5:16). Dalam durasi ini bisa dibagi dalam beberapa era atau season. Dalam teks aslinya adalah epokhe (εποχή). Dalam pengertian umum biasanya kita mengenal masa kanak-kanak, remaja, pemuda, dewasa muda, tua dan manula. Di setiap masa Tuhan mengerti bagaimana memproses seseorang untuk menjadi sempurna seperti Dia. Kata kedua adalah kronos (Yun. χρόνος). Kronos artinya waktu dalam pengertian urut-urutannya. Kata ini menjadi kronologi dalam bahasa Indonesia. Dalam kebijaksanaan Tuhan, Tuhan telah merancang segala sesuatu indah. Rancangan Tuhan Tuhan tersebut seperti kurikulum mahasiswa yang dirancang agar mahasiswa dapat menjadi lulusan yang berkualitas. Tuhan mendisain banyak pertistiwa secara berurutan sempurna setiap hari untuk mendewasakan orang percaya. Dalam hal ini nyata bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi orang percaya (Rm. 8:28). Sedangkan kata yang ketiga adalah kairos (Yun. καιρός). Kairos berarti momentum. Ada saat-saat yang berharga dan sangat berarti dalam kehidupan ini dimana Tuhan menggarap seseorang. Jika momentum-momentum itu berlalu, maka kesempatan yang sama bisa tidak pernah diperoleh lagi. Seperti Esau yang menyia-nyiakan kesempatan yang ada, sehingga ia kehilangan momentum berharga selamanya (Ibr. 12:16-17). Tuhan tahu momentum-momentum apa yang efektif untuk membentuk seseorang dalam situasi tertentu. Trend seperti ini juga bisa dikatakan waktu sesuai dengan trendnya dalam bahasa Yunani terjemahan dari phora (φορά). Beberapa kata untuk waktu tersebut mengisyaratkan bahwa seluruh perjalanan waktu hidup ini penting. Bukan hanya awal perjalanan yang penting tetapi juga seluruh hora (durasi), kronos (urut-urutan kejadian) dan kairos (momentum atau kesempatan) yang Tuhan sediakan bagi orang percaya guna proses pendewasaannya. Dalam hal ini kita memahami betapa berharganya setiap detik waktu kita.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.