5 Januari 2015: Musuh Yang Berbahaya

Sering kita mendengar orang berkata mengenai hidup sebagai pemenang mengalahkan dunia. Apa yang dimaksud dengan hidup sebagai pemenang yang mengalahkan dunia? Mengalahkan dunia bukan berarti dapat menghindarkan diri dari kesulitan hidup seperti yang dikemukakan oleh banyak pendeta dan pembicara hari ini. Menurut pandangan mereka, yang sebenarnya tidak tepat, kemenangan ditandai dengan beberapa hal ini: selalu dengan cepat menyelesaikan masalah, problem dapat dilewati kalau bisa dihindari oleh kuasa Tuhan, keuangan yang memadai bahkan berlimpah, hidup tidak berkekurangan fasilitas, terhormat dan tidak direndahkan oleh lingkungan, menjadi anggota masyarakat yang menguasai anggota masyarakat lain, menonjol dalam bidang-bidang kehidupan yang digumuli manusia, politik, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Konsep ini salah dan dapat menyesatkan. Karena hal inilah banyak orang Kristen tidak mengerti bagaimana menjalani hidup ke-kristenannya.

Bila dengan teliti diamati, tidak sedikit orang Kristen menjadi frustasi dan menyalahkan diri karena berkeadaan hidup yang dirasakan dan dipandang sebagai gagal dikarenakan berkeadaan yang kebalikan dari konsep berkemenangan di atas. Karena berkeadaan tidak seperti yang diharapkan dengan konsep berkemenangan yang salah, maka tidak sedikit orang Kristen yang bersungut-sungut dan dalam hati kecilnya menyalahkan Tuhan ketika ada dalam situasi yang sulit tersebut. Kelompok ini bersungut-sungut dan berkata: Mengapa Tuhan tidak adil? Mengapa Tuhan memberi kemenangan kepada orang lain tetapi tidak memberi kemenangan kepadaku? Persungutan seperti ini adalah persungutan bangsa Israel ketika mereka ada di padang gurun. Mereka tidak mengerti tujuan Tuhan membawa mereka ke padang gurun. Rasanya mereka lebih senang ada di Mesir, bahkan bila mungkin Tuhan menghancurkan bangsa Mesir dan menyerahkan tanah Mesir kepada mereka sehingga mereka dapat menikmati tanah Mesir dan tidak perlu pergi ke Kanaan.1

Untuk menemukan pengertian yang benar apa artinya menjadi pemenang mengalahkan dunia ini, perlulah kita menemukan terlebih dahulu siapakah musuh kita. Bagaimana kita dapat berbicara mengenai kemenangan kalau kita tidak mengerti siapa musuh kita? Alkitab menunjukkan bahwa musuh kita adalah kuasa gelap atau si Iblis.2 Namun perlu diketahui dengan cerdas bahwa yang membahayakan dari Iblis dalam hidup orang percaya bukan hanya pada waktu ketika Iblis merusak ekonomi, kesehatan, fasilitas hidup dan menyerbu dengan berbagai persolan hidup lainnya, tetapi ketika ia menempatkan orang percaya dalam keadaan ekonomi baik, tubuh sehat dan keadaan nyaman. Justru itulah yang membuat orang Kristen terlena dengan berbagai-bagai keinginan duniawi sehingga karakter Kristus tidak bertumbuh. Hal ini telah cukup untuk membuat orang percaya hanyut dalam menikmati dunia, sehingga menjadi tidak sungguh-sungguh untuk bergumul agar bertumbuh dewasa seperti Tuhan Yesus dalam melakukan kehendak Bapa. Akhirnya Tuhan berkata kepada orang-orang seperti itu: Aku tidak mengenal kamu.3

Oleh sebab itu orang percaya harus berhati-hati terhadap musuh yang licik ketika ia membawa orang percaya kepada keadaan yang baik secara ekonomi, terhormat, makmur, nyaman dan tidak berkekurangan secara materi. Dengan keadaan ini orang percaya hendaknya tidak hanyut dalam euphoria dunia. Keadaan yang baik dengan segala kelimpahan materi merupakan kesempatan untuk dapat digunakan bagi kepentingan Tuhan yaitu bagi pelayanan pekerjaan-Nya guna menyelamatkan jiwa-jiwa; bagaimana Injil diberitakan dan diajarkan kepada banyak orang sehingga mereka mengenal kebenaran sehingga menjadi corpus delicti. Keadaan hidup yang baik merupakan hak istimewa orang percaya untuk dapat melayani Tuhan tanpa gangguan.

1) Keluaran 16:3 2) Efesus 6:12; 1Petrus 5:8 3) Matius 7:21-23

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.