4 Agustus 2014: Kesempatan Yang Hebat

Setelah belajar banyak kebenaran Firman Tuhan yang menjadi landasan atau dasar seseorang dalam bergaul dengan Allah, maka sudah saatnya seseorang untuk berani mencari Tuhan dengan menyediakan waktu sebanyak mungkin agar dapat bertemu dengan Tuhan setiap hari. Untuk itu harus ada gairah yang kuat, tenaga, pikiran dan waktu yang disediakan secara memadai untuk bertemu dengan Tuhan atau membuat ruang Mahakudus di rumah. Betapa hebat kesempatan atau memiliki waktu untuk selalu dapat bertemu dengan Tuhan secara pribadi dan langsung setiap hari. Untuk ini ada beberapa saran yang harus diperhatikan. Pertama, harus serius memiliki suatu kehausan untuk selalu mengalami Tuhan secara istimewa dan khusus. Tanpa rasa kehausan terhadap Tuhan, maka pencarian seseorang terhadap Tuhan tidak akan berumur panjang (semangat mula- mula). Kehausan yang sunggug-sungguh akan Allah mendatangkan rahmat Tuhan bahwa ia akan dipuaskan. Untuk ini seseorang harus terlebih dahulu menyadari bahwa ada rongga kosong dalam jiwanya yang hanya bisa diisi oleh Tuhan. Untuk mengenali dan merasakan rongga kosong ini seseorang harus meninggalkan percintaan dunia sama sekali dan ikatan cinta berlebihan dengan orang-orang di sekitarnya termasuk keluarga. Kedua, harus ada waktu yang dianggap sebagai “waktu mati”, artinya tidak ada kegiatan selama durasi jam yang kita pakai untuk bertemu Tuhan. Waktu itu harus dirancang dan disedikan dengan rela, sukacita dan penuh kegairahan. Tuhan tidak ingin bertemu dengan anak-anak-Nya yang dengan terpaksa hendak menemui-Nya. Ketiga, belajar berkonsentrasi atau fokus pada Tuhan yang kita temui. Dalam hal ini belajar melokalisir pikiran dan meneduhkannya. Untuk membantu hal ini kita bisa menyanyi dan menyembah Tuhan. Keempat, tidak menjadi putus asa ketika tidak merasakan kehadiran Tuhan secara fisik. Dalam hal ini harus belajar “menanti hadirat Tuhan”. Tuhan berjanji, bahwa Tuhan akan membuat orang yang mencari Tuhan untuk dapat menemukan-Nya (Yes. 45:19; Yer. 29:13). Tuhan pasti menjumpai orang yang mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Tentu saja kita tidak boleh mengatur Tuhan dalam bentuk dan cara perjumpaan tersebut. Hendaknya kita tidak menuntut mengalami hal yang spektakuler. Atau memiliki suatu ukuran, jika tidak mengalami hal tersebut, berarti Tuhan tidak hadir menjumpai kita. Tuhan pasti memberikan “porsi kehadiran-Nya” dengan bijaksana.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.