31 Juli 2014: Berani Mati

Bukan tanpa alasan dan tidak ada penyebabnya kalau Tuhan Yesus mengingatkan kepada jemaat Filipi adanya orang-orang yang menjadi musuh salib Kristus (Flp. 3:17-21). Tentu saja nasihat dalam Filipi ini tidak ditujukan kepada orang kafir di luar gereja, sebab kalau mereka hidup tidak sesuai dengan standar kebenaran Injil, hal itu karena mereka memang tidak mengenal kebenaran Injil. Mereka juga bukan warga Kerajaan Sorga sehingga mereka tidak bisa dituntut untuk menjadi sahabat salib Tuhan. Nasihat ini diberikan kepada orang-orang yang seharusnya mengikuti teladan Paulus tetapi tidak bersedia mengikutinya, tentu mereka yang diharapkan mengikuti teladan Paulus adalah mereka yang mengenal dekat Paulus. Siapa mereka kalau bukan jemaat Kristen itu sendiri. Menjadi seteru salib Kristus artinya tidak bersedia hidup sesuai dengan cara hidup yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. Karena Tuhan Yesus sudah naik ke Surga, maka Paulus lah sebagai penggantinya. Dalam hal ini betapa sangat dibutuhkan orang percaya, khususnya pelayan Tuhan yang hidupnya menjadi teladan bagi orang lain dalam segala aspeknya. Seperti Paulus, untuk menjadi seorang yang mengenakan hidup seperti yang dikenakan oleh Tuhan Yesus, seseorang harus berani mati. Mati bagi segala kesenangan hidup. Banyak orang takut memasuki kehidupan seperti ini, maka mereka menunda untuk sungguh-sungguh menyerahkan diri bagi Tuhan. Menyerahkan diri bagi Tuhan bukan berarti menjadi aktivis atau menjadi pendeta. Menyerahkan diri bagi Tuhan adalah menyerahkan seluruh kehendak kita bagi Dia. Prinsipnya adalah rezekiku melakukan kehendak Tuhan Yesus dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Mati dari kesenangan hidup bukan berarti kita tidak memiliki kesenangan sama sekali. Kita masih bisa menikmati kesenangan selama kesenangan-kesenangan itu apapun bentuknya bisa dinikmati bersama-sama dengan Tuhan dan berguna untuk kerajaan-Nya. Ini berarti cara hidup kita harus benar-benar bebeda dengan dunia ini. Untuk itulah maka harus ada perjuangan terus menerus untuk mengubah diri melalui kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita mengerti apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Dengan cara inilah orang percaya sungguh-sungguh dapat membalas kematian Tuhan bagi kita dan mengimbangi-Nya. Perjuangan seperti inilah yang dimaksud Alkitab dengan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Ini adalah perjuangan yang mutlak dan harus kita jalani.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.