26 Agustus 2014: Bukan Sekedar Status

Dalam Efesus 1:4 tertulis bahwa orang yang dipilih juga ditentukan untuk menjadi anak-anak-Nya. Hal ini menunjuk bahwa orang-orang yang dipilih adalah orang-orang yang tidak hanya dikehendaki untuk menjadi orang-orang baik, tetapi harus menjadi seorang yang berkualitas anak-anak Allah. Dalam hal ini menjadi anak Allah bukan sekedar status yang diakui oleh manusia atau diakui sendiri, tetapi keberadaan sebagai anak-anak Allah yang teruji melalui segala pengalaman hidup di perjalanan waktu hidup. Oleh sebab itu setiap orang percaya harus mengerti tanggung jawabnya untuk hidup kudus dan tidak bercacat sebagai anak-anak Allah. Jadi, kata ditentukan dalam Efesus 1:4, bahwa Tuhan menentukan orang yang diselamatkan mengandung dekrit bahwa orang percaya bukan hanya menjadi orang beragama yang santun, tetapi menjadi sempurna seperti Bapa. Jika jemaat Efesus tidak mau tunduk kepada kedaulatan Allah yaitu hidup tidak bercacat dan tidak bercela, maka Tuhan mengancam dengan ancaman yang keras. Kepada jemaat di Efesus tersebut Tuhan berkata tegas: Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat (Why. 2:5). Rentang waktu surat Efesus ditulis oleh Paulus dan tulisan Yohanes di pulau Patmos, sangat besar kemungkinan tidak jauh. Semua kitab-kitab itu ditulis dalam abad pertama. Surat Efesus ditulis oleh Paulus pada masa Paulus masih hidup, sedangkan kitab Wahyu ditulis pada waktu Yohanes dibuang di pulau Patmos, pada waktu mana Yohanes masih hidup. Jadi sangat keliru kalau jemaat Efesus atau ada orang-orang tertentu yang sudah dipilih dan ditentukan oleh Tuhan untuk selamat, dan mereka tidak mungkin bisa menghindar atau lari dari pemilihan dan penentuan Tuhan tersebut. Justru kenyataan yang ditemukan dalam kitab Wahyu tersebut ternyata Jemaat Efesus diperingatkan bahwa mereka bisa meninggalkan Kesetian yang sejati kepada Kristus. Allah menentukan agar jemaat Efesus (seperti semua orang percaya lainnya) untuk menjadi anak-anak Allah Dengan keadaan hidup tidak bercacat dan tidak bercela, tetapi jemaat atau manusianya bisa menolak untuk itu. Sebagai konsekuensinya Tuhan mengancam akan “ mengambil kaki dian”.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.