25 Desember 2014: Nilai Melakukan Kehendak Bapa

Dari mulut Tuhan Yesus sendiri terlontar pernyataan bahwa hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa yang masuk ke dalam Kerajaan Surga atau diselamatkan (Mat. 7:21-23). Rupanya ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar lagi. Melakukan kehendak Bapa adalah syarat untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Bapa. Tentu melakukan kehendak Bapa di sini untuk umat Perjanjian Baru adalah melakukan segala sesuatu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Tetapi untuk umat Perjanjian Lama cukup dengan melakukan hukum-hukum (torat). Dalam hal ini yang diberi banyak dituntut banyak dan yang diberi sedikit dituntut sedikit. Umat Perjanjian Baru dituntut untuk mampu melakukan kehendak Bapa sesuai dengan kelasnya (kelas umat Perjanjian Baru). Menolak hal ini berarti sama dengan menolak keselamatan. Ini bukan berarti keselamatan seseorang dapat diperoleh melalui perbuatan baik. Perbuatan baik bagaimana pun tidak akan menyelamatkan kalau Tuhan Yesus tidak mati di kayu salib. Melakukan kehendak Bapa adalah respon terhadap keselamatan, bukan jasa. Tuhan Yesus tidak melarang orang-orang ada bersama-sama dengan Dia dalam seluruh kegiatan pelayanan, tetapi Ia akan melarang orang masuk Kerajaan-Nya bila tidak melakukan kehendak Bapa. Seperti Yudas diperkenan bersama-sama dengan Tuhan Yesus dalam berbagai kegiatan pelayanan, tetapi ketika ia berkhianat kepada Tuhan Yesus maka ia harus masuk ke dalam kebinasaan. Yudas masuk kebinasaan bukan karena ditentukan untuk binasa tetapi ia memilih bertindak sesuai dengan keinginannya. Ia tidak melakukan kehendak Bapa tetapi melakukan kehendaknya sendiri. Iblislah yang berbisik kepadanya untuk melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan uang dan Yudas menyetujuinya sehingga Iblis merasukinya. Iblis tidak melarang seseorang menjadi angota gereja yang rajin, menjadi pengurus atau pekerja gereja bahkan menjadi pendeta, tatapi ia akan berusaha menghambat dan menghancurkan orang-orang yang berusaha hidup dengan melakukan kehendak Bapa. Panggilan Tuhan yang ditujukan kepada Tuhan Yesus atau percaya bahwa Dia adalah Tuhan, harus disertai dengan kehidupan yang melakukan kehendak Bapa. Seorang yang tidak melakukan kehendak Bapa berarti belum menerima Yesus sebagai Tuhan. Dalam hal ini menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan tidak cukup dengan pernyataan bibir. Melakukan kehendak Bapa berarti bukan hanya hidup menuruti hukum, tetapi dalam segala hal bertindak sesuai keinginan Bapa. Hal yang paling menakutkan bagi Iblis adalah orang percaya yang berusaha melakukan kehendak Allah seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Ini berarti menjadi corpus delicti. Dengan demikian dapat dirumuskan pula bahwa keselamatan adalah melakukan kehendak Allah. Bukanlah keselamatan jika tidak melakukan kehendak Allah. Dalam hal ini keselamatan dapat terealisir dalam kehidupan manusia bukan tanpa syarat. Anugerah tidak meniadakan syarat untuk masuk Kerajaan Allah. Anugerah bukan berarti semua dikerjakan oleh Tuhan dan manusia hanya diam seperti boneka yang tidak perlu meresponi karya keselamatan-Nya. Orang yang tidak melakukan kehendak Bapa berarti menolak keselamatan atau tidak mau mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Inilah kesalahan banyak orang Kristen yang kalau berbicara mengenai anugerah asumsinya adalah semua serba cuma-cuma. Jika bukan cuma-cuma berarti bukan anugerah. Dalam hal ini kita harus kembali merumuskan pengertian anugerah secara benar. Menempatkan anugerah pada tempat yang benar. Kesalahan memahami anugerah berarti kegagalan menerima keselamatan yang sejati. Anugerah justru menempatkan orang percaya pada pertaruhan yang mahal, sebab ia harus belajar melakukan kehendak Allah seperti Tuhan Yesus. Inilah percaya itu.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.