25 Agustus 2014: Tidak Otomatis Selamat

Teks dalam Efesus 1:4 jangan diartikan bahwa Tuhan menentukan orang- orang yang diselamatkan. Dan akibat penentuan itu dengan sendirinya bagaimana pun orang-orang yang dipilih tersebut akan pasti masuk Surga. Jika demikian Tuhan juga membiarkan orang lain untuk hidup dalam dosa. Hal ini bertentangan dengan hakikat Allah yang benar. Sebab Allah Tidak menghendaki seorang pun binasa (2Ptr. 3:9). Allah pasti bertindak adil. Ia berusaha agar tidak ada seorang pun yang binasa, tetapi dalam kedaulatan- Nya Ia telah memberikan kepada setiap orang untuk menentukan keadaannya atau takdirnya. Itulah sebabnya maka setiap orang harus mempertanggungjawabkan keadaan dirinya di hadapan Tuhan. Kebebasan untuk memilih ini sudah digambarkan dengan jelas sejak peristiwa Adam dan Hawa, juga peristiwa Kain dan Habel (Kej. 4:1-7). Allah dalam kedaulatan-Nya yang mutlak menentukan dan memilih orang-orang orang-orang tertentu untuk menjadi anak-anak-Nya, yaitu mereka yang hidup di jaman anugerah, sehat jasmani dan rohani dan mendengar Injil dengan benar. Orang-orang ini disebut orang-orang yang dipilih. Hal ini bukan berarti secara otomatis mereka yang dipilih ini pasti bisa menjadi anak-anak Allah yang menang seperti Tuhan Yesus menang. Tuhan Yesus sendiri harus begumul untuk menang. Ia tidak masuk dalam rangkaian sandiwara yang telah disusun skenarionya, tetapi medan perjuangan antara kalah dan menang, gagal atau berhasil. Tetapi ternyata Tuhan memilih minum cawan penderitaan. Kata dipilih dalam Efesus 1:4 artinya dipanggil untuk mendapat Peluang menjadi orang yang tidak bercacat. Tetapi bukan berarti mereka yang dipilih untuk menjadi orang yang dipanggil ini otomatis selamat atau menjadi rancangan semula yang kudus dan tak bercacat. Mereka harus berjuang untuk kudus dan tak bercacat. Kekudusan dalam teks ini bukan suatu anugerah tetapi hasil perjuangan. Ini disebut pengudusan aktif. Sedangkan pengampunan dosa oleh korban Tuhan Yesus adalah pengudusan pasif, artinya tanpa peran tindakan manusia. Akibat dosa yang sudah dan akan kita lakukan telah dipikul di kayu salib. Itulah anugerah. Tetapi untuk menjadi manusia yang kudus dan tidak bercacat harus diusahakan sendiri dengan bantuan alat-alat keselamatan yang Tuhan sediakan. Alat-alat keselamatan itu antara lain Roh Kudus, Injil dan penggarapan Tuhan melalui segala perkara (Rm. 8:28).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.