24 Januari 2015: Datang Kepada Bapa

SEALANJUTNYA DALAM TEKS Yohanes 14:6 tertulis: “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Kata “datang” dalam teks aslinya tertulis erchomai (ἔρχομαι) yang bukan saja berarti come tetapi juga berarti accompany (bersama-sama dalam suatu tujuan). Hal ini menunjukkan bahwa “datang kepada Bapa” berarti kebersamaan dengan Bapa dalam persekutuan pribadi yang indah. Itulah sebabnya pengertian “datang” dalam teks ini tidak boleh diartikan sekedar masuk surga. Sebab datang kepada Bapa mempunyai pengertian yang sangat dalam. Sayang sekali banyak orang Kristen telah terpasung dalam pengertian dangkal dan sempit. Memahami kata datang kepada Bapa sama dengan sekedar masuk surga, sedangkan mereka belum memahami pengertian Surga. Pengertian “datang kepada Bapa” bisa ditangkap dengan benar bila kita memahami bahwa keselamatan orang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus bukan sekedar diperkenan masuk surga, tetapi juga dipermuliakan bersama dengan Tuhan Yesus dalam Kerajaan-Nya.1 Hal ini harus dikaitkan dengan realitas bahwa surga adalah sebuah kegiatan hidup seperti di bumi ini; sebuah pemerintahan yang mengatur kegiatan hidup manusia. Orang percaya bukan hanya menjadi anggota masyarakat di Kerajaan Surga tetapi menjadi pejabat-pejabat dalam pemerintahan Tuhan Yesus. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita akan duduk bersama dalam Tuhan dalam kemuliaan-Nya. Untuk proyeksi ini, yaitu dipermuliakan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus, harus diselenggarakan proses pendewasaan atau penyempurnaan agar orang percaya menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Serupa dengan Tuhan Yesus sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai mengenakan kehidupan-Nya.2 Proses inilah yang membawa orang percaya dapat mengambil bagian dalam kekudusan-Nya,3 sebab Tuhan menghendaki orang percaya kudus seperti Dia kudus.4

Oleh karena keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia menjadi segambar dengan diri-Nya, maka proses keselamatan ini tidak akan dapat berlangsung atau terselenggara tanpa Yesus Kristus. Adapun alasannya sebagai berikut, bahwa hanya dengan beriman kepada Yesus Kristus, maka seseorang menerima kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.5 Kuasa di sini adalah adalah potensi untuk dapat sempurna seperti Yesus.6 Dalam hal ini kesempurnaan bukanlah hal yang mustahil terealisir dalam kehidupan orang percaya. Tuhan Yesuslah teladan iman yang dapat membawa iman orang percaya kepada kesempurnaan. Tuhan Yesuslah satu-satunya model atau prototype manusia yang dikehendaki Allah.7 Tanpa menemukan model tersebut dan mengusahakan untuk mempersonifikasikan atau memperagakannya, seseorang tidak memperoleh keselamatan. Dalam hal ini anugerah diberikan tanpa syarat tetapi mengolah atau menyambut anugerah harus dengan pengorbanan segenap hidup. Hal ini dimaksudkan agar orang percaya memiliki kapasitas diri yang dapat mengimbangi Bapa sehingga dapat bersekutu dengan Dia.

Hanya Tuhan Yesus yang dapat melatih atau mendidik seseorang dapat sampai kepada kesempurnaan melalui Firman-Nya.8 Dalam hal ini Yesus bukan saja memberi ajaran-Nya, tetapi diri-Nya sendiri. Melalui proses pemuridan, Bapa Surgawi akan menemukan pribadi anak-Nya di dalam diri orang percaya pada hari penghakiman nanti di akhir zaman. Hanya orang-orang yang menderita bersama Kristus yang akan dipermuliakan bersama Yesus Kristus dalam Kerajaan-Nya.9 Injil harus dapat mengubah seseorang, dari orang berdosa yang rusak, dimuridkan untuk menjadi kudus seperti Bapa sampai dapat sepenanggungan dengan Tuhan Yesus dalam pelayanan. Dengan penjelasan ini maka kokohlah pernyataan bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Di luar Tuhan Yesus tidak ada keselamatan.

1) Matius 20:23; Lukas 22:29; Roma 8:17, 30 2) Galatia 2:19-20; Kolose 3:4 3) Ibrani 12:1-10 4) 1Petrus 1:16 5) Yohanes 1:12-13 6) Matius 5:48 7) Ibrani 5:8-9; 12:1-5 8) Matius 28:18-20; 2Petrus 1:3-4 9) Matius 20:23; Lukas 22:29; Roma 8:17, 30

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.