24 Agustus 2014: Perjuangan Untuk Hidup Kudus

Dalam Efesus 1:4 tertulis mengenai kehidupan yang kudus dan tak bercacat di hadapan Tuhan. Sesungguhnya hal ini adalah tujuan akhir dari kehidupan seorang yang mengikut Tuhan Yesus. Kehidupan kekristenan kita harus diarahkan kepada tujuan itu dan tidak boleh meleset sedikit pun. Perlu dipahami bahwa kehidupan kudus dan tidak bercacat di hadapan Tuhan dalam ayat tersebut bukan berkenaan dengan pengampunan yang Tuhan berikan dan penyucian darah-Nya, tetapi bertalian dengan langkah setiap individu untuk menanggalkan manusia lamanya dan mengenakan manusia baru (Ef. 4:17-32). Keadaan hidup kudus dan tidak bercacat dalam teks ini Bukan hasil langsung korban Tuhan Yesus di kayu salib, tetapi hasil perjuangan setiap individu untuk memiliki kehidupan yang tidak bercacat dan tidak bercela. Tentu saja semua juga berlandaskan pada korban Tuhan Yesus di kayu salib, tetapi respon seseorang terhadap anugerah-Nya sangat menentukan kelangsungan keselamatannya, yaitu mencapai kehidupan yang kudus dan tidak bercacat di hadapan Tuhan yang sama dengan dikembalikan ke rancangan Allah yang semula. Perjuangan untuk hidup kudus dan tak bercacat Melalui belajar Firman Tuhan dan penyangkalan diri akan menghasilkan Kehidupan yang kudus dan tak bercacat. Hal ini tidak bisa digantikan dengan anugerah. Kalau Pengertian kudus dan tidak bercacat bisa dimiliki seseorang secara ajaib dan mistis, maka tidak akan ada usaha masing-masing individu secara proporsional untuk bertumbuh menjadi manusia Allah. Dengan demikian manusia menjadi manusia yang tidak bertanggung jawab. Yang benar adalah orang percaya harus berjuang untuk hidup kudus. Ini adalah panggilan bagi setiap orang untuk masuk proses pemuridan. Inilah kehidupan Kristiani yang harus digumuli dengan serius yaitu mengenakan manusia baru di dalam Tuhan (Ef. 4:22-24). Faktanya tidak mungkin orang bisa dengan sendirinya hidup kudus dan tidak bercacat. Menjadi baik saja sulit apalagi menjadi sempurna. Mengenakan manusia baru bukan hanya berarti menjadi baik, tetapi hidup dengan spirit atau gairah hidup Tuhan Yesus. Mengenakan manusia baru artinya mengenakan cara hidup yang berbeda dengan cara hidup manusia lain yang tidak meresponi anugerah keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Orang bisa menjadi baik tanpa mengenakan manusia baru. Seseorang tidak bisa menjadi manusia baru tanpa keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.