Archive for February 23rd, 2012
Menjadi Mempelai Tuhan
23 Februari 2012
Baca: Wahyu 14:3-4
Alkitab dalam setahun: Markus 4–5
Untuk menghayati rasa perlunya bersanding dengan Tuhan, haruslah kita menghayati bagaimana kalau seseorang mengalami jatuh cinta. Alkitab katakan cinta lebih kuat dari maut (Kid. 8:6). Gairahnya bisa tak terpadamkan seperti nyala api dunia orang mati dan seperti nyala api Tuhan. Kalau orang sudah jatuh cinta, betapa sulit memadamkannya. Itulah sebabnya kalau seseorang sudah jatuh cinta betapa sulit menarik kembali cintanya tersebut. Dalam hal ini betapa bahagia dan beruntungnya kalau nyala api Tuhan yaitu cinta kepada-Nya bisa dikobarkan. Karena hal inilah yang dapat menyelamatkan kita. Ingat Allah turut bekerja dalam segala hal untuk orang yang mengasihi Dia dan kemuliaan disediakan hanya untuk orang yang mengasihi Dia (1Kor. 2:7-9).
Mengingini Tuhan saja berarti tidak lagi mengingini diri sendiri. Mengingini diri sendiri adalah bahasa kehidupan orang yang sudah jatuh dalam dosa mengikuti jejak Lusifer. Lusifer tidak menyadari atau tidak mau tahu, bahwa ia tercipta dari tidak ada menjadi ada, bahwa dirinya diciptakan hanya untuk Penciptanya. Berarti ia tidak berhak memiliki agenda sama sekali bagi dirinya sendiri. Orang yang tidak mau menerima bahwa ia tercipta hanya untuk Penciptanya dan tidak bersedia untuk tidak memiliki agenda hidup bagi dirinya sendiri adalah seorang pemberontak. Kalau anda tidak menyukai pernyataan ini berarti anda seorang pemberontak atau berbakat menjadi pemberontak terhadap Tuhan. Ini berarti menjadi anak setan.
Pernyataan: Mengingini Tuhan saja, terkesan berlebihan. Tetapi sesungguhnya ini ukuran standar yang harus dikenakan dalam kehidupan umat pilihan yang benar-benar mau menjadi kekasih Tuhan. Orang-orang seperti ini digambarkan oleh kitab wahyu sebagai perawan suci. Tidak mencemarkan diri dengan wanita (Wah. 14:4). Kata “perawan” ini berasal dari kata gunai (Yun.). Kata ini lebih tepat diterjemahkan dengan perempuan atau istri. Tentu di sini dimaksudkan sebagai simbolisasi dari materi atau percintaan dengan dunia ini. Ingat, mengasihi dunia berarti permusuhan dengan Allah (Yak. 4:4). Teks ini tidak bermaksud mengatakan bahwa yang disebut sebagai tidak mencemarkan diri dengan wanita yaitu perawan di sini berarti tidak memiliki pasangan hidup, sebab murid-murid Tuhan terkemuka yang akan memerintah bersama dengan Tuhan Yesus rata-rata atau mungkin semuanya adalah orang-orang yang berkeluarga. Lagi pula tentu ayat ini juga ditujukan untuk wanita bukan hanya untuk pria. Pada dasarnya semua orang percaya dipanggil untuk menjadi mempelai Tuhan.
Jatuh cinta terhadap Tuhan adalah ciri seorang mempelai Tuhan.

