Archive for January 12th, 2012
Tidak Berhak Memiliki Hidup – 2
12 Januari 2012
Baca: 2 Korintus 5:14-15
Alkitab dalam setahun: Kejadian 8-11
Kalau Tuhan mengadakan seseorang atau menciptakan seorang individu, se¬jatinya Tuhan ingin memiliki anak. Anak yang dengan rela mengabdi kepada Bapa dan bersekutu dengan Bapa dalam kerelaan. Bisa saja Tuhan menciptakan makhluk yang diprogram untuk taat saja tanpa bisa berbuat dosa. Tetapi bukan ini yang dikehendaki oleh Allah Bapa. Bisa dipertimbangkan bahwa malaikat yang jatuh itu dulu juga diprogram untuk menjadi anak-anak Allah yang dengan kerelaan mengabdi kepada Bapa. Tetapi ada malaikat yang memberontak.
Sangat besar kemungkinan malaikat juga diciptakan segambaran dengan Allah. Malaikat juga memiliki roh dari Allah (Ibr 12:9). Yehezkiel 28:12, “Beginilah fir¬man Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.” Malaikat juga memiliki kemungkinan untuk memberontak kepada Allah. Kenyataannya kemudian manusia memberontak kepada Bapa di Surga. Bapa bisa saja menciptakan manusia dalam sekejap seperti robot yang otomatis taat tanpa bisa memberontak. Tetapi Tuhan tidak berbuat demikian. Tuhan menciptakan makhluk baru sebagai anak melalui proses. Seharusnya Adam pertama yang menjadi proto¬tipe manusia yang pantas disebut sebagai anak-anak Allah, tetapi Adam gagal, se¬luruh keturunannya pun juga menjadi gagal. Seandainya manusia pertama berhasil menjadi anak-anak Alah sesuai dengan pola Tuhan, maka Lusifer terbukti bersalah dan semua keturunannya pun menjadi anak-anak Allah.
Tuhan Yesuslah yang menjadi model anak Allah yang dikehendaki oleh Bapa. Dia-lah yang sulung diantara banyak saudara. Keselamatan yang disediakan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya yaitu “supaya kita menjadi anak-anak Allah” (Yoh 1:11-12). Untuk ini kalau kita mau menerima keselamatan dari Tuhan Yesus, maka kita memberi diri digarap untuk menjadi anak-anak Allah. Kita sebagai umat pilihan dipanggil untuk menjadi anak-anak Allah. Melalui proses mengukir dalam nurani kita, menimbulkan kesadaran bah¬wa kita adalah makhluk ciptaan yang diciptakan untuk melayani kehendak-Nya. Kita bukan dipanggil sekedar menjadi orang beragama yang mengerti hukum dan melakukan hukum-hukum itu. Tetapi kita dipanggil sebagai makhluk yang dalam kesadaran tinggi bahwa kita hidup dalam semesta dimana ada Sang Penguasa yang aktif memerintah, dimana kita harus menundukkan diri sepenuh hati tanpa syarat kepada-Nya. Inilah gairah hidup Tuhan Yesus: Makananku adalah melakukan ke¬hendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Gunakanlah kehendak bebas kita untuk memilih yang Tuhan kehendaki,
karena sebenarnya kita tidak memiliki hak hidup.

