Archive for January 8th, 2012
Hanya Satu Model
8 Januari 2012
Baca: Filipi 2:5-7, 12
Alkitab dalam setahun: Yohanes 16-18
Ketika Tuhan Yesus berkata bahwa orang percaya tidak bisa mengabdi kepada dua tuan (Mat 6:24), sejatinya Tuhan mengajak orang percaya untuk menemu¬kan suatu model hidup yang harus dikenakan sebagai umat pilihan. Itulah model hidup warga Kerajaan Sorga. Model hidup seperti itu bukan sesuatu yang mudah dikenakan, Oleh karena itu, maka hal menjadi warga Kerajaan Sorga harus menjadi prioritas utama (Mat 6:33). Ketika seseorang menunda belajar mengenakan model hidup itu, maka ia akan semakin terbelit oleh model hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, akhirnya sampai menutup mata tidak pernah mengenal model hidup tersebut.
Seperti seseorang yang mempersiapkan diri mengikuti test dan memenuhi semua persyaratan untuk menjadi warga negara suatu negara. Ia berusaha untuk dapat memenuhi semua persyaratannya dan belajar dengan serius, agar ia bisa lulus test. Ia belajar bahasa negara tersebut, ia belajar sejarah bangsa itu, dan lain sebagainya. Demikian pula kalau kita mau menjadi warga Kerajaan Surga. Kita harus mengusahakannya dengan serius. Kiranya kata anugerah yang sering kita ucapkan dan dengar tidaklah menutup mata kita terhadap tanggung jawab yang harus di¬penuhi untuk berusaha mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar, artinya tetap mengusahakan bagaimana memiliki model hidup yang diteladankan oleh Tuhan Yesus (Fil 2:5-7,12). Itulah panggilan mengikut Tuhan Yesus. Orang Kristen yang tidak mengerti model hidup yang dikenakan oleh Tuhan Yesus, bukanlah orang Kristen yang benar. Mereka adalah orang Kristen palsu yang akhirnya tidak akan diterima di dalam Kerajaan Bapa di Surga.
Kesempatan untuk menjadi warga Kerajaan Surga adalah anugerah yang ti¬dak bisa kita usahakan sendiri, semua itu diusahakan oleh Tuhan Yesus. Kita bisa memiliki bukan karena kebaikan kita tetapi anugerah Tuhan semata-mata. Agar anugerah itu tidak sia-sia, kita harus meresponinya dengan benar. Respon ini bukan jasa sama sekali. Itu adalah tanggung jawab. Oleh sebab itu anugerah Tuhan harus dipahami sebagai anugerah yang dipertanggung jawabkan.Hidup kekristenan kita haruslah menjadi anugerah yang bertanggung jawab. Banyak orang Kristen yang tidak bertanggung jawab atas anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Mereka merasa bahwa mereka telah terpilih sehingga tidak mengusahakan keselamatannya terse¬but. Mereka menjadi Kristen hanya karena mengingini berkat jasmani.
Jangan sia-siakan kesempatan untuk menjadi warga Kerajaan Sorga,
tidak akan ada kesempatan kedua.

