Archive for January 3rd, 2012
Model Hidup Tuhan Yesus
3 Januari 2012
Baca: Roma 14:17-19
Alkitab dalam setahun: Yohanes 5-6
Seharusnya semua gereja mengajarkan model hidup yang Tuhan Yesus mi¬liki. Itulah model hidup standar yang harus dikenakan dalam kehidupan orang percaya. Kehidupan yang normal dan wajar di mata Allah. Bila hal itu dilakukan berarti umat Tuhan benar-benar disebut sebagai “pengikut Kristus”. Oleh sebab itu yang harus digali adalah Injil yaitu apa yang diajarkan Tuhan Yesus dan apa yang dilakukan selama hidupNya di dunia ini. Cara hidup Tuhan Yesus diteladankan oleh murid-murid-Nya yang menjadi rasul-rasul-Nya, yang kesaksian hidup dan filosofi¬nya tertulis dalam surat-surat pastoralnya dalam Perjanjian Baru. Inilah yang seha¬rusnya menjadi fokus utama pemberitaan Firman dan penggembalaan. Tuhan Yesus berkata, bahwa Dia datang, supaya manusia mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Model hidup yang Tuhan berikan tidak bisa otomatis dapat dikenakan dalam kehidupan ini tanpa belajar Injil-Nya. Injil itulah kuasa Allah yang menyelamatkan (Rm 1:16-17). Memang hal inilah yang membuat Kekristenan menjadi sukar sekali. Menjadi Kristen berarti menceburkan diri pada pergumulan yang sangat sulit. Kekristenan adalah pergumulan untuk dapat memiliki model hidup yang Tuhan berikan. Inilah proses keselamatan yang harus dijalani setiap orang yang bersedia menjadi anak-anak Allah. Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan ma¬nusia kepada rancangan-Nya yang semula. Dari pihak Allah, Allah bekerja dalam segala hal guna mendatangkan kebaikan, yaitu agar orang percaya memiliki model hidup seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Tetapi dari pihak manusia, orang percaya harus memberi diri memasuki perjuangan untuk memiliki model hidup seperti yang Tuhan kehendaki.
Dalam ke-Kristenan inilah yang paling utama, bagaimana memiliki kehidupan yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. Dengan demikian seseorang sudah mulai bisa mengenali diri, apakah ia akan masuk dalam kemuliaan bersama dengan Kristus di Kerajaan-Nya nanti atau tidak. Kalau ada yang tidak tertarik hal ini, lebih baik ia tidak perlu menjadi orang Kristen. Tuhan tidak memiliki program lain. Setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki model hidup seperti yang Tuhan Yesus kenakan selama hidup di dunia ini. Oleh sebab itu selama masih ada kesempatan untuk be¬lajar mengerti model hidup-Nya dan melakukan atau mengenakan, kita berusaha segiat-giatnya untuk itu. Bila kesempatan ini berlalu, berarti sudah tidak ada ke-sempatan kedua.
Kristen yang benar adalah yang hidup menurut model hidup Tuhan Yesus,
dan ini berarti harus mengenal Injil-Nya dengan benar dan hidup menurutnya.

