Archive for January 1st, 2012
Bukan Janji Tetapi Komitmen Yang Berdasar
1 Januari 2012
Baca: Kolose 3:1-4
Alkitab dalam setahun: Yohanes 1-2
Hari ini adalah hari pertama di lembar tahun yang baru. Biasanya memasuki tahun baru atau memulai sebuah masa, seseorang berusaha membuat janji dan harapan. Janji untuk memiliki hidup lebih baik. Bagi anak Tuhan biasanya mulai berjanji untuk bersungguh-sungguh mengiring Tuhan. Tetapi kenyataan yang dijumpai banyak janji yang tidak terbukti atau tidak dipenuhi. Gelora untuk melakukan apa yang dijanjikan hanya menyala sesaat setelah itu padam. Hal ini menunjukkan atau membuktikan bahwa emosi seseorang sangat situasional dan sering temporal sifatnya. Dengan menyadari hal ini, maka apa yang harus dilakukan agar janji-janji yang indah dan berharga tersebut menjadi kenyataan?
Seseorang harus memahami dengan benar apa isi janji tersebut. Misalnya berjanji hendak bersungguh-sungguh di dalam Tuhan. Apa yang dimaksud dengan bersungguh-sungguh di dalam Tuhan itu? Format atau diskripsinya harus jelas, sebab kalau tidak jelas maka yang terjadi seperti sebuah perjalanan tanpa peta. Harus ada peta supaya mengerti arah dan tempat yang dituju. Untuk ini seseorang harus menjadi cerdas dalam memahami kebenaran Tuhan. Kalau seseorang memahami kebenaran Tuhan, maka tanpa berjanji pun ia akan selalu diarahkan oleh pengertiannya terhadap kebenaran itu. Kebenaran yang dipahami seseorang akan menggiring dan menggerakkan orang tersebut ke arah yang sesuai dengan apa yang dipahami sebagai tujuan yang benar. Dan ia akan menghindarkan diri dari apa yang dipahaminya sebagai sesuatu yang membahayakan untuk mencapai tujuan.
Pengertian terhadap kebenaran, tanpa ia sadari akan membangun komitmen untuk melakukan suatu sesuai dengan kebenaran tersebut. Dalam hal ini yang penting bukan janji-janji yang tidak jelas isinya, tetapi komitmen yang didorong dan digerakkan oleh sebuah pengertian terhadap suatu kebenaran. Komitmen seperti ini akan permanen bahkan menjadi lebih kuat dan semakin kokoh seiring dengan bertumbuhnya pengertian tersebut. Seirama dengan kebenaran yang dipahami mengenai hidup ini, maka harapan yang muncul pasti adalah harapan-harapan yang berkisar pada pekerjaan Tuhan agar semakin maju, banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan dan harapan kedatangan Tuhan Yesus dimana orang percaya akan dibawa ke langit baru dan bumi yang baru. Harapan yang dikandung bukan hal-hal yang bersangkutan dengan hal-hal dunia yang fana ini. Bagi orang yang mengenal kebenaran, dunia ini tidak dapat diharapkan sama sekali. Harapan-harapan yang kudus ini akan menggerakkan seseorang memiliki komitmen bagi Tuhan.
Mulai hari ini buatlah komitmen yang berdasarkan pada pengertian akan kebenaran.

