Archive for December 31st, 2011
Rule of the Game
31 Desember 2011
Baca: Wahyu 12:1–10
Alkitab dalam setahun: 1 Tawarikh 25–29
Ada sebuah pertanyaan yang sulit ditemukan jawabnya: Mengapa ketika Lucifer jatuh dan para malaikat yang dihasutnya mengikutinya, Allah tidak segera membinasakan mereka seketika, sehingga mereka tidak lebih merajalela? Dalam kitab Wahyu dikatakan bahwa malaikat-malaikat Allahlah yang berperang dengan naga, yang merepresentasikan Lucifer sang pemberontak, beserta dengan malaikat-malaikatnya. Mengapa bukan Allah sendiri yang turun tangan membinasakan naga besar atau ular tua yang disebut Setan atau Iblis itu?
Senada dengan hal pertanyaan di atas, ada pertanyaan lain: mengapa ketika Adam berbuat dosa, Allah tidak segera mengampuni seketika itu juga sehingga masalahnya selesai? Bukankah itu hal yang mudah dilakukan oleh Allah? Ternyata semua itu tidak sesederhana yang dapat dipikirkan oleh otak manusia. Kalau kita tidak melihat sesuatu di balik semua peristiwa tersebut, maka kita akan memandang Alkitab sekadar cerita dongeng atau mitos kuno seperti dalam banyak agama lain.
Yang harus kita perhatikan adalah, Allah kita tidak akan pernah bertindak secara sembarangan tanpa aturan atau hukum. Ia Allah yang tertib. Di dalam diri-Nya ada hukum, aturan, sistem dan kebijakan dari kecerdasan-Nya yang tiada batas. Tatkala bertindak, ada hukum atau semacam rule of the game (aturan main) yang ditetapkan-Nya oleh kedaulatan-Nya sendiri. Ia pun bertindak sesuai dengan hukum atau aturan-Nya tersebut. Inilah yang pasti dipahami oleh Lucifer, malaikat yang jatuh, sehingga berani memberontak kepada Allah. Ia tahu bahwa Allah terikat dengan hukum dalam diri-Nya. Lucifer mencoba mencari kesempatan untuk mendapat keuntungan dari realitas tersebut. Ia membawa dirinya dan Allah pada suatu pertarungan. Lucifer berjudi dengan dirinya sendiri. Ia berharap bisa memperoleh apa yang diinginkan, yaitu mengangkat diri sebagai Penguasa menyamai Allah.
Memang semua ini tidak tersurat secara eksplisit dalam Alkitab; tetapi inilah fakta yang bisa ditangkap secara logis untuk menjawab pertanyaan diatas. Dari perjalanan sejarah kehidupan manusia di mana tindakan-tindakan Allah tercatat dalam Alkitab dengan jelas, dapat kita simpulkan seperti penjelasan hari ini, bahwa Allah tidak mungkin bertindak tanpa aturan.
Kebenaran ini seharusnya memberi inspirasi kepada kita untuk tidak bertindak sembrono. Sebagai makhluk ciptaan, manusia juga terikat dengan hukum kehidupan yang ditetapkan oleh Allah, sebab Ia sendiri juga konsekuen dengan apa yang telah ditetapkan-Nya sebagai rule of the game.
Allah kita yang tertib bertindak sesuai dengan rule of the game
yang ditetapkan-Nya oleh kedaulatan-Nya sendiri.

