Archive for August, 2010

Tidak Ada Blank Spot

28 Agustus 2010

Baca: Kejadian 1:27–28

Alkitab dalam setahun: 2 Raja-raja 9–11

Mind Map Tidak Ada Blank Spot

Mind Map Tidak Ada Blank Spot

Pernah terdengar seseorang berkata, bahwa semua profesi manusia itu merupakan pekerjaan yang harus dimaksimalkan. Asal bekerja sungguh-sungguh, itu sebuah pekerjaan yang baik untuk menopang kehidupan. Maka menjadi seorang PSK (pekerja seks komersial), pembalak hutan liar, perampok atau maling juga profesi yang baik. Ini mendapat pembenaran dalam filosofi humanisme: mungkin orang ini terjebak oleh masa lalunya sehingga harus berprofesi demikian; dia menopang anak istrinya di rumah; tujuannya sebenarnya baik. Benarkah demikian?

Sinyal di ponsel kita acapkali melalui blank spot di daerah tertentu sehingga kita tidak bisa bertelepon atau ber-SMS. Namun hidup dalam kebenaran Kristus tidak mengenal blank spot. Tidak ada area di dalam hidup kita yang boleh diisi dengan salah. Dalam hal profesi tadi, mari kita kembali kepada Alkitab.

Pertama, mandat budaya di ay. 28 itu diperintahkan oleh Tuhan, jadi mungkinkah Tuhan memerintahkan manusia untuk berzina dan menjual diri? Kedua, Mandat itu diberikan didalam lingkungan Adam dan Hawa sebagai orang kudus ciptaan Allah, tidak di dalam koridor dosa saat ini.

Berarti sebagai orang yang dipercaya Tuhan untuk mengembangkan bumi, bolehkah orang yang katanya mengasihi Tuhan, membalak hutan dan menyebabkan hutan gundul? Bolehkah ia korupsi? Sungguhkah dia mengasihi Tuhan, bila menari di atas penderitaan orang lain dengan merampas hak mereka? Maka jelas bahwa anak Tuhan tidak boleh bekerja di area yang bertentangan dengan etika kehidupan, seperti menjadi pelacur, mucikari, perampok, koruptor, pemalak, dan lain sebagainya. Pemerintahan Tuhan harus dibawa dalam seluruh aspek kehidupan, sebab tidak ada blank spot yang boleh tidak dikuasai Tuhan dalam kehidupan kita.

Justru Tuhan memanggil kita untuk memberantas praktik dosa dalam profesi kita. Di mana pun kita berada di luar gereja, kita harus dalam pemerintahan Tuhan. Ini juga berlaku bagi profesi pelajar atau mahasiswa; bersekolahlah untuk-Nya. Untuk mengenal Tuhan, kita perlu pengetahuan. Sebab bagaimana mungkin kita mengagumi karya cipta alam semesta jika kita tidak mengagumi kedelapan planet dalam tata surya Matahari yang hanya merupakan salah satu dari tata bintang karya Tuhan yang tak terhingga jumlahnya? Orang akan menemukan Tuhan ketika mempelajari hukum Archimedes, hukum gravitasi, teori relativitas, teori kuantum dan banyak hukum dan teori fisika lainnya yang sangat berguna di dalam kehidupan manusia. Itu pun semua dalam pemerintahan-Nya, tidak ada blank spot.

Hidup di dalam Kristus tidak mengenal blank spot,

sebab semua aspek kehidupan kita ada dalam pemerintahan-Nya.

Kodrat Sebagai Pekerja

27 Agustus 2010

Baca: Efesus 6:5–9

Alkitab dalam setahun: 2 Raja-raja 6–8

Mind Map Kodrat Sebagai Pekerja

Mind Map Kodrat Sebagai Pekerja

Integritas seorang karyawan yang diajarkan oleh Rasul Paulus sangat bisa kita aplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Sejak awal manusia diciptakan, Allah memberikan bumi yang masih harus diteruskan, diusahakan dan dikuasai (Kej. 1:27). Artinya Ia ingin dunia ini dikembangkan secara maksimal.

Integritas sebagai karyawan adalah bekerja dengan takut dan gentar; dengan tulus dan ikhlas, tanpa melihat apakah atasan kita secara fisik berada bersama kita atau tidak. Di ay. 9, dijelaskan sebaliknya bagaimana bersikap sebagai seorang pimpinan. Jadi dalam pekerjaan kita, ingat bahwa kita sedang melayani Tuhan.

Di sinilah letak kekuatan kita sebagai anak Tuhan. Sebagai anak Tuhan kita harus berintegritas untuk tidak dibeli oleh Iblis dengan filosofinya yang jahat. Waspadalah sebab manakala kita melepas tanggung jawab kita sesuai pesan Paulus dan menggantinya dengan konsep bahwa melayani Tuhan hanya di gereja saja melalui kegiatan agamawi—dan alhasil kita akan dibuat Tuhan berhasil dalam pekerjaan kita—berarti Iblis berhasil membeli kita.

Tak hendak renungan ini melemahkan arti doa, puasa dan pelayanan lainnya, namun harus kita ingat bahwa anak Tuhan semestinya menjalankan sebuah standar integritas dalam segala pekerjaan. Dapat dibayangkan, kalau banyak orang Kristen di tanah air kita mengerti Firman Tuhan ini, maka kita akan mendengar anak Tuhan di Indonesia yang mampu menemukan metode pemanfaatan sampah menjadi energi, robot pengatur lalu lintas, dan banyak karya lainnya yang didasarkan pada filosofi bahwa kita mengerjakannya untuk Tuhan (1 Kor. 10:31).

Allah telah memberi kodrat sebagai pekerja kepada manusia (man is a worker by nature). Manusia memiliki sifat seperti Allah yaitu bekerja. Allah mencipta, kita mencipta. Allah mengagumi ciptaan-Nya (Kej. 1:31), kita pun selalu mengagumi karya cipta kita. Integritas kita sebagai pekerja hari ini akan kita teruskan di surga.

Jangan bekerja karena upah atau penghargaan manusia, melainkan bekerjalah karena kita ingin melakukan kehendak Tuhan dan memuaskan-Nya. Jika kita mengasihi Tuhan, kita menjadi orang yang sangat bertanggung jawab di pekerjaan, dan menjadi teladan. Orang akan melihat kita serta bertanya, “Ada apa dengan orang itu? Mengapa dia produktif sekali?” Di sanalah penginjilan yang sejati, tatkala kita menjadi surat yang terbuka; orang melihat Kristus saat melihat hidup kita. Selamat melayani Tuhan dalam pekerjaan sehari-hari, sebab di surga kita akan bekerja untuk kembali memaksimalkan langit dan bumi baru yang disediakan Tuhan.

Sesuai dengan kodrat kita sebagai pekerja, kita harus bekerja dengan penuh integritas.

Imajinasi Rohani

26 Agustus 2010

Baca: Markus 12:28–34

Alkitab dalam setahun: 2 Raja-raja 4–5

Mind Map Imajinasi Rohani

Mind Map Imajinasi Rohani

Rasa sakit di bagian perut pada anak-anak ternyata dapat dikurangi hanya dengan berimajinasi. Demikianlah hasil penelitian yang dilakukan di University of North Carolina dan Pusat Medis Duke University, Amerika Serikat yang tertuang dalam jurnal Pediatrics pada tahun 2009. Anak-anak dipandu untuk berimajinasi, dan hasilnya, 73,3% dari mereka mengaku sakitnya berkurang. Ini sangat membantu mengurangi tingkat ketidakhadiran karena sakit perut adalah salah satu penyebab anak tidak masuk sekolah. Di tempat lain juga demikian. Di Inggris, Prof. David Candy, konsultan kesehatan anak di Rumah Sakit Western Sussex juga mengaku kerap mengobati pasien dengan hipnosis, dan terbukti berhasil.

Jadi bila rasa sakit bisa dikurangi dengan imajinasi, apakah di dalam Kekristenan, kita juga bisa berimajinasi bahwa Tuhan menyertai kita? Mungkin sebagian kita akan menjawab, “Tidak!” Sebab pasti kita akan keberatan jika pengalaman dengan Tuhan dikatakan suatu imajinasi. Namun disadari atau tidak, pada kenyataannya gereja adalah tempat yang paling kondusif untuk praktik hipnosis yang dapat dialami seseorang melalui imajinasi. Buktinya, apakah pengajaran yang disampaikan di mimbar itu Alkitabiah atau tidak, kita sering tidak peduli. Pokoknya, pendetanya adalah tokoh favorit kita, maka semua yang dikatakannya sudah pasti benar. Kita sudah berpuluh-puluh tahun di gereja tersebut, jadi ajarannya pasti benar, karena memang sudah seperti itu dari dulu. Akibatnya kita tidak lagi menggunakan nalar atau akal budi kita. Kita mengimajinasikan Tuhan seperti yang diajarkan di mimbar. Padahal seorang Kristen harus menggunakan akal budinya secara optimal di samping juga memiliki pengalaman batiniah yang benar atau jujur.

Mengasihi Tuhan haruslah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita. Akal budi diciptakan Tuhan untuk dipakai secara optimal dalam upaya mengerti Tuhan. Mengerti kehendak-Nya, mengerti konteks Firman-Nya dengan sejarah waktu itu, menghayati perkataan-Nya dicocokkan dengan budaya sewaktu tulisan itu dibuat, dan semua upaya lain yang memacu akal budi kita untuk berpikir.

Mengasihi Tuhan juga sepatutnya dilakukan dengan hati yang jujur bahwa kita mengenal Tuhan sebagai sebuah Pribadi, bukan patung. Pribadi bisa disayang, diraba kehadirannya; ada kontak batin dan keinginan untuk lebih mengasihi-Nya. Namun itu bukan imajinasi, sebab kita mengerti betul, siapa yang kita kasihi. Apakah kita bisa dengan mudah mengasihi seseorang yang tidak kita kenal dan hanya lewat di jalan? Butuh intensitas dalam pengenalan kita untuk mengasihi-Nya.

Jangan berimajinasi tentang Tuhan,

tetapi gunakan akal budi dan hati kita dengan jujur untuk mengasihi-Nya.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 26
Who's Online

11 visitors online now
1 guests, 10 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site