Archive for June, 2010

Bisa Menemukan Allah

27 Juni 2010

Baca: Yohanes 1:12–13

Alkitab dalam setahun: Roma 1–3

Mind Map Bisa Menemukan Allah

Mind Map Bisa Menemukan Allah

Ada seseorang yang bercerita kepada penulis tentang kebaikan orang tuanya, sebagai berikut. “Saya merasa orang tua yang melahirkan saya adalah orang tuayang sangat baik. Ketika saya masih muda, sejak masih kanak-kanak, saya melihat orang tua saya menolong orang lain. Bagaimana mereka menampung pengungsi, sehingga rumah kami penuh dengan para pengungsi. Saat zaman G30S/PKI, ada orang-orang yang ditolong oleh orang tua saya; itu dilakukan mereka dengan tulus. Orang tua saya marah kalau anak-anaknya naik ke pohon mengambil sarang burung dan anak-anak burung. Ayah saya akan memaksa saya untuk naik kembali ke pohon itu untuk mengembalikan sarang dan anak-anak burung tersebut. Saya juga ingat ketika orang tua saya marah karena kami, anak-anaknya, mencoba menembak burung. Katanya, ‘Biarkan saja burung itu terbang, ia kan juga makhluk hidup yang berhak bebas hidup.’ Orangtua saya mewariskan kebaikan-kebaikan itu kepada saya.

Dan tentu kebaikan seperti itu dimiliki oleh banyak orang, tidak hanya dimiliki oleh orang Kristen. Bahkan ada kebaikan-kebaikan yang sejenis ini yang melebihi dari apa yang dilakukan orang tua saya. Ini teladan kepada saya.” Banyak orang non-Kristen pun bisa berbuat baik dengan kebaikan sejenis itu,

bahkan lebih. Namun kebaikan yang Tuhan kehendaki adalah suatu kebaikan yang bisa membuat orang menemukan Allah yang benar. Bisa menggiring orang untuk terkonsentrasi dan terfokus kepada Tuhan yang benar, dan akhirnya bisa membuat mereka diselamatkan. Kebaikan seperti inilah yang dikehendaki Tuhan untuk kita miliki. Tentu ini sebuah kebaikan yang bukan saja mengagumkan atau menakjubkan, tetapi tidak membuat orang menghargai kita lebih daripada menghargai Tuhan. Orang terfokus kepada Tuhan, bukan kepada si pembuat kebaikan itu.

Kebaikan macam apakah yang selain menakjubkan, mengagumkan, terlebih lagi, membuat orang memandang Tuhan? Di sinilah kita harus belajar. Kebaikan yang diajarkan orang tua kita belum cukup. Kebaikan yang ideal adalah kebaikan yang dikehendaki Allah, seperti Bapa di Surga. Oleh sebab itu dalam Yoh. 1:12–13 dikatakan, “Kita diberi kuasa menjadi anak-anak Allah…” Maksudnya, bahwa kita dilahirkan dari Allah. Dengan kata lain, kalau di dunia ini kita menerima DNA dari orang tua kita dan sekaligus pendidikan untuk bisa berbuat kebaikan seperti filosofi ayah ibu kita di dunia, sekarang kita menerima “DNA” dan pendidikan dari Tuhan Semesta Alam. Dari DNA itu kita memiliki unsur-unsur karakter yang dimiliki oleh Bapa di Surga. Itulah kebaikan sejati yang Tuhan kehendaki.

Perbuatan baik yang Tuhan kehendaki adalah

yang membuat seseorang terfokus kepada Tuhan, bukan kepada si pembuat kebaikan.

Tanpa Mencari Hormat

26 Juni 2010

Baca: Matius 5:14–16

Alkitab dalam setahun: Hakim-hakim 19–21

Mind Map Tanpa Mencari Hormat

Mind Map Tanpa Mencari Hormat

Kebaikan yang sesungguhnya adalah kebaikan yang dilakukan seseorang tanpa mencari penghormatan; kebaikan yang dilakukan tanpa maksud untuk menunjukkannya kepada orang lain supaya mendapat pujian. Ini bukan hal yang mudah, sebab umumnya setiap orang memiliki kecenderungan mencari penghargaan dari apa yang dilakukannya.

Kebaikan yang tulus lahir dari sikap batiniah seseorang sesungguhnya adalah kebaikan yang diraih melalui pergumulan berat disertai pertolongan Roh Kudus. Dalam Mat. 5:45 diajarkan kepada umat pilihan, bahwa mereka harus seperti Bapa yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Ini bukan sesuatu yang mudah. Ini bagi manusia rasanya mustahil; tetapi apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah.

Hanya oleh pimpinan Roh Tuhan setiap harilah kita didewasakan sehingga mencapai satu tingkat kesempurnaan, meraih tingkat kebaikan yang Tuhan kehendaki. Jika kita benar-benar menyadari bahwa semuanya tercapai oleh karena pimpinan Tuhan, maka kita pun tidak akan sanggup menyombongkan diri bahwa apa yang kita capai adalah karena jasa atau kehebatan kita. Kita tahu bahwa jika bukan Tuhan yang menuntun kita, kita tidak bisa mencapai kebaikan seperti Bapa.

Jadi jika kita bisa berbuat baik, kita tidak merasa berjasa; kita juga tidak merasa hebat, karena hanya oleh pertolongan Roh Kuduslah kita dapat berbuat baik. Kebaikan yang dihayati seperti ini akan membuat kita benar-benar memuliakan Bapa di Surga. Seperti diungkapkan oleh Tuhan Yesus, “Demikianlah hendaknya terangmu ercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Surga.” (ay. 16) Artinya, bukan diri kita yang dimuliakan atau dipuji, melainkan Bapa di Surga.

Dalam dunia ini banyak perbuatan baik yang dilakukan seseorang yang membuat orang tertarik kepada seorang individu, tertarik kepada manusianya, sehingga fokusnya adalah ke orang yang melakukan perbuatan baik itu. Tetapi Tuhan mengajarkan kepada kita perbuatan baik yang dikehendaki oleh Tuhan adalah perbuatan baik yang membuat orang berfokus kepada Tuhan. Jika perbuatan baik yang dilakukan oleh orang percaya adalah perbuatan baik hasil pimpinan Roh Kudus dan memiliki kualitas yang tinggi, yaitu seperti Bapa, maka perbuatan baik yang dilakukan itu adalah perbuatan baik yang memuliakan Bapa di Surga.

Perbuatan baik bukanlah perbuatan baik, jikalau tidak memuliakan Tuhan.

Dari Batin

25 Juni 2010

Baca: Lukas 6:43–45

Alkitab dalam setahun: Hakim-hakim 16–18

Mind Map Dari Batin

Mind Map Dari Batin

Sebagai umat pilihan yang diproses oleh Tuhan untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya dan memiliki standar kebaikan seperti yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya tidak ada alasan sama sekali bagi kita untuk menjadi sombong atau angkuh. Mengapa? Karena kebaikan yang ada pada kita itu bukan kebaikan secara lahiriah. Meskipun kebaikan kita terbaca, terekspresi, terkristal secara konkret dalam bentuk yang dapat dilihat dan dirasa, kebaikan kita itu berangkat dari batin kita. Menyadari bahwa kebaikan itu berangkat dari dalam hati atau batin akan mengajarkan kita memahami apa artinya rendah hati.

Tuhan Yesus memperingatkan orang-orang Yahudi bahwa pohon dikenal dari buahnya. Jadi orang yang baik mengeluarkan kebaikan dari hatinya yang baik, dan orang yang jahat mengeluarkan kejahatan dari hatinya yang jahat. Jadi, jika seseorang sengaja menunjukkan kebaikannya di mata orang, atau sengaja membanggakan kelakuan baiknya didepan orang, maka ia belum memiliki kebaikan itu dan ia tidak tahu apa sebenarnya kebaikan itu. Ini bedanya kebenaran Kristiani dengan keberagamaan. Keangkuhan lahiriah itu terekspresikan dari hatinya yang sombong, sehingga di mata Tuhan itu bukan kebaikan, melainkan kejahatan.

Kita sering melihat ada orang Kristen secara langsung atau tidak langsung, secara terselubung atau terang-terangan, ingin menunjukan kebaikannya di mata orang lain. Tak jarang ia berusaha membandingkan dirinya dengan orang lain dan seolah-olah ia ingin membuktikan bahwa dirinya lebih baik dari orang lain. Orang-orang seperti ini belum mengerti apa itu kebaikan, sebab kebaikan-kebaikan lahiriah yang tidak berasal dari batin adalah munafik.

Kebaikan dari dalam akan terekspresi secara konkret, maka sikap batiniahnya memahami benar apa artinya rendah hati. Kerendahan hati akan mencegah seseorang menjadi sombong. Dalam hal ini kerendahan hati sifatnya sangat pribadi: jika seseorang melakukan suatu kebaikan karena mengharapkan pujian atau karena gerakan hatinya yang mencintai Tuhan, hanya Tuhanlah yang dapat menilainya dengan sempurna. Tetapi sebagaimana buah yang tidak baik merupakan hasil dari pohon yang tidak baik, orang yang sombong pastilah tidak baik.

Sebagai anak-anak Tuhan yang diajar untuk memiliki sikap batiniah yang baik, kita harus belajar memahami kebenaran, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan adalah dorongan pikiran dan perasaan yang telah diimpartasikan oleh Tuhan di dalam diri kita. Batin yang baik niscaya membuahkan perbuatan yang baik.

Dengan memahami kebenaran,

kebaikan kita merupakan buah dari batin kita yang baik.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 26
Who's Online

12 visitors online now
2 guests, 10 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site