Archive for June 30th, 2010
Dari Isi Hati Tuhan
30 Juni 2010
Baca: 1 Korintus 13:1–8
Alkitab dalam setahun: Roma 11–13
Satu hal yang harus dimengerti dan dipahami adalah bahwa kebaikan yang dimiliki orang percaya haruslah kebaikan yang menurut standar Allah. Itu bukan diukur dari apa dan bagaimana kebaikan itu, tetapi apakah motivasi perbuatan itu, berangkat dari isi hati Tuhan atau kehendak manusia? Sebab selama ini yang menjadi ukuran berbuat baik adalah jika perbuatan kita membuat orang senang: orang
lapar diberi makanan sehingga kenyang, orang telanjang diberi baju sehingga berpakaian. Sesederhana itu, padahal membuat orang lain senang belum tentu baik. Baik di sini menurut ukuran Tuhan tentunya.
Kalau kebaikan berangkat dari isi hati dan pertimbangan manusia, misalnya menyenangkan orang lain, itu belum tentu berarti dia orang baik. Tetapi bila perbuatan baik yang kita lakukan berangkat dari isi hati Tuhan, maka orang itu pasti adalah orang baik.
Kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menjelaskan mengenai kasih. Apa itu kasih? “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat… sekalipun punya karunia untuk bernubuat dan mengetahui segala rahasia… sekalipun punya iman memindahkan gunung… sekalipun membagi-bagikan segala sesuatu… sekalipun menyerahkan tubuh untuk dibakar, tanpa kasih sia-sia.” Tidakkah ini membingungkan?
Kasih itu bukan sekadar perbuatan baik. Belum tentu perbuatan baik itu adalah tindakan kasih. Kasih adalah semua tindakan yang berangkat dari hati Tuhan. Ingat ketika pemimpin yang kaya datang kepada Tuhan Yesus dan berkata, “Guru yang baik,” (Luk. 18:18) lalu Yesus menyahut, “Tidak ada yang baik selain Allah.” Ini bukan berarti Yesus tidak baik; tetapi Yesus ingin meluruskan pandangan orang itu, bahwa hanya tindakan yang berangkat dari hati Allahlah yang baik; kebaikan itu tidak seperti apa yang dianggap orang itu. Jadi kalau ada tindakan yang tidak sesuai dengan pikiran Allah, itu tidak baik, apa pun perbuatan itu. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1Yoh. 4:8) Berarti semua tindakan di luar pikiran dan kehendak Allah, pasti bukan kasih, pasti tidak baik.
Jadi jangan heran kalau ada orang yang misalnya bisa bernubuat, memberikan seluruh hartanya, atau mengorbankan dirinya untuk dibakar. Bila tidak sesuai dengan kehendak dan isi hati Tuhan, berarti itu tanpa kasih, sia-sia belaka, tidak baik. Jadi untuk memiliki perbuatan baik, marilah kita bukan sekadar belajar moral dan budi pekerti, tetapi lebih dari itu, mari belajar semakin mengenal isi hati Tuhan.
Kenalilah isi hati Allah, maka kita akan bisa berbuat baik dengan kasih yang sejati.

