Archive for April, 2010

Truth 30 April 2010 “Tanah yang Baik”

Baca: Matius 13:8–9, 23

Alkitab dalam setahun: Kisah Para Rasul 17–18

Hasil yang keempat dari benih yang ditabur adalah benih yang jatuh di tanah yang baik, lalu bertumbuh dan berbuah. Berarti dalam perumpamaan ini, yang salah bukan benihnya tetapi tanahnya. Benih ialah Injil Kerajaan Surga yang murni, bukan Injil palsu; meskipun demikian, jika benih ini ditaburkan kepada orang yang berbeda, masih juga akan membuahkan hasil yang berbeda. Namun kalau kemudian buah hanya tumbuh dari jenis tanah yang keempat, jangan diartikan bahwa dari semua orang yang mendengar Injil, hanya 25 persen yang percaya dan diselamatkan. Ini sama sekali bukan arti dari perumpamaan itu.

Yang Tuhan Yesus ingin tegaskan adalah, banyak orang yang mendengar Injil Kerajaan Surga yang murni pun tidak juga dapat bertumbuh. Itu karena hati mereka bukan merupakan tanah yang siap menerima Firman Tuhan. Dan memang kenyataannya hati sebagian besar manusia memang bukan tanah yang baik.

Tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman dan mengerti. Yang dimaksud “mendengar” di sini (ἀκούω, akuō) ialah “mendengarkan dengan penuh perhatian”. Maksudnya tidak sekadar datang ke gereja pada hari Minggu dan mendengarkan khotbah dengan sepintas lalu; tetapi “mendengar” ialah rajin mencari dan mendengarkan pelayanan Firman Tuhan yang murni. Ini sudah merupakan kesukaannya dan dipandangnya sebagai kebutuhan, bukan kewajiban.

Kata “mengerti” dalam ay. 23 aslinya ditulis συνίημι (sünyēmi), yang berarti “merangkai fakta-fakta menjadi pengetahuan yang rapi dan utuh”. Sama seperti merangkai kepingan-kepingan jigsaw puzzle menjadi satu gambar yang utuh. Berarti “mengerti” adalah kegiatan aktif untuk memikirkan firman-firman yang didengarnya, dan berusaha memahami hubungan yang sebagaimana mestinya. Kemudian ia menyimpan firman itu dalam hatinya dan melakukannya. Jadi mengerti bukan hanya pengertian akali semata, melainkan suatu aktivitas mendalami firman dan menghayatinya, sehingga seseorang dapat menjadi pelaku firman.

Di tanah yang baik, buah dapat bertumbuh dengan pelipatgandaan yang luar biasa. Alkitab mengajarkan bahwa buah ialah: jiwa-jiwa yang dimenangkan (Rm. 1:13); kekudusan (Rm. 6:22); berbagai kebaikan dan kebenaran yang disebut buah Roh (Gal. 5:22-23); serta pekerjaan baik (Kol. 1:10). Maka agar kita bisa berbuah banyak, marilah kita belajar untuk menjadikan hati kita tanah yang baik. Bersedialah untuk mendengarkan Firman yang murni dengan rendah hati dan berusaha menggalinya hingga mengerti dengan sabar sampai kita menutup mata.

Mind Map Tanah yang Baik

Jadikanlah hati kita tanah yang baik dengan aktif mendengar dan mengerti Firman

Truth 29 April 2010 “Tipu Daya Kekayaan”

Baca: Matius 13:7, 22; 1 Timotius 6:9–10

Alkitab dalam setahun: Kisah Para Rasul 15–16

Selain kekhawatiran, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa semak duri adalah tipu daya kekayaan. Mengapa kekayaan dianggap semak duri? Dalam 1Tim. 6:9–10 dijelaskan bahwa karena ingin kaya, orang akan menghalalkan segala cara, tidak tulus, dan penuh kepentingan sendiri. Jadi tipu daya kekayaan merupakan semak duri, sebab hasrat ingin kaya sangat efektif untuk menggeser fokus kita dari pencarian Firman kepada hal-hal duniawi.

Tipu daya kekayaan sejajar dengan semak duri yang dikatakan bertumbuh tinggi, sebab pola pikir bahwa jadi orang kaya itu enak, menyenangkan dan patut dipertahankan adalah pola pikir yang bertumbuh. Contohnya, seorang anak yang belum pernah ke Dunia Fantasi (Dufan) di Jakarta dan sangat ingin ke sana, akan memimpikan Dufan dan bahkan tidak bisa tidur apabila keesokan harinya ia akan pergi ke sana. Bila ia sakit, ia akan berusaha sembuh. Bila ia dijanjikan orang tuanya pergi ke Dufan jika nilai ulangannya bagus, padahal nilai ulangannya jelek, ia akan berusaha keras untuk bernilai tinggi. Dan ketika sudah pernah ke Dufan, anak tersebut masih ingin pergi lagi, sebab ia belum puas dengan wahana-wahana di sana. Kemudian dia akan minta ke Taman Mini, Taman Safari, Pulau Sentosa di Singapura, bahkan Disneyland untuk mengulang kenikmatan yang dia rasakan di Dufan.

Ketika kita ganti Dufan dengan gaji besar, mobil mewah, rumah megah, istri cantik, fasilitas bintang lima dan kehidupan lainnya, itu semua adalah tipu daya, sebab kenikmatannya tidak pernah memuaskan; harus diulangi dan ditambah. Karena otak kita adalah otak manusia abad ke-21, maka cukup canggihlah kita untuk berlindung di balik semua pembenaran agar tidak dianggap salah. Namun sebenarnya itu masih berkaitan langsung dengan warisan pola pikir nenek moyang kita.

Lalu apa masalahnya sehingga ini menyebabkan kebenaran tidak berbuah? Ini suatu kondisi yang lama-lama menyedot seluruh perhatian kita, sampai kita sudah tidak mampu lagi berpikir sesuai Firman bahwa penyelenggaraan hidup yang tidak sesuai kehendak Tuhan adalah kejijikan bagi-Nya, dan bahwa kekayaan dan fasilitas hidup adalah kesia-siaan apabila kita tidak mau diubah oleh kebenaran Injil.

Jadi berhati-hatilah, karena sekalipun kita tetap ke gereja dan mengaku Kristen, artinya tetap hidup sebagai tanaman, namun kita bisa tidak berbuah akibat terhimpit dan terbonsai oleh pertumbuhan kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan. Tanggalkan itu semua dan fokuskan hati kita hanya kepada Kerajaan Surga, agar kita bisa berbuah.

Mind Map Tipu Daya Kekayaan

Hati-hati dengan tipu daya kekayaan yang dapat menggeser

fokus kita kepada hal-hal duniawi

Truth 28 April 2010 “Kekhawatiran Dunia”

Baca: Matius 13:7, 22; 1 Petrus 1:17–18

Alkitab dalam setahun: Bilangan 35–36

Ketika seorang penabur menabur benih, ada benih yang jatuh di tanah yang ditumbuhi semak duri. Harus kita pahami, bahwa semak duri adalah tanaman juga, berarti ada kehidupan; namun jelas bukan tanaman yang diinginkan Tuhan. Tidak dikatakan bahwa benih yang ditabur ini mati; benih tersebut masih hidup menjadi tanaman, namun tidak berbuah. Padahal penabur menginginkan tanaman tersebut berbuah. Tuhan mengatakan bahwa salah satu yang digambarkan dengan semak duri ialah kekhawatiran dunia. Apakah itu?

Kita hidup didalam suatu pakem yang dijelaskan Rasul Petrus di 1Ptr. 1:17–18, yaitu cara hidup yang diwarisi dari nenek moyang kita. Pakem-pakem yang sudah kita anggap menjadi jalan hidup ini misalnya: secara ekonomi, kita harus memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup. Secara sosial, kita merasa perlu untuk berteman, bersosialisasi, berpasangan, beranak cucu, serta membangun keluarga dengan baik. Mengenai keamanan hidup, kita perlu mempersiapkan segala sesuatu, seperti tabungan, asuransi dan rencana masa depan. Jika tidak demikian, kita khawatir tidak dapat menyelenggarakan kehidupan dengan wajar dan normal. Kita khawatir akan masa depan kita dan anak cucu kita. Itulah cara hidup yang kita warisi dari leluhur kita. Dengan dalih “sayang anak”, secara tidak langsung mereka mengajarkan bahwa kehidupan harus dibangun dengan penuh kekhawatiran.

Di sini letak kata kunci kekhawatiran dunia adalah seluruh aspek normal penyelenggaraan kehidupan dimana kita menjadi sangat serius, sampai tahap khawatir. Tahap khawatir adalah tahap dimana kita menganggap ini semua adalah hal yang terpenting. Dengan pola pikir seperti demikian, kita sedang menumbuhkan semak duri dalam diri kita. Perlu diketahui bahwa pola pikir ini tidak datang tiba-tiba, namun dari perjalanan hidup kita, pelajaran setiap hari, kesalahan yang kita lakukan, nasihat orang tua dan banyak hal lain, yang membawa kita pada satu kesimpulan bahwa hidup itu berat dan rumit. Dengan kekhawatiran itu, ketika diperhadapkan dengan pilihan untuk mengejar kebenaran Kristus atau menyelenggarakan kehidupan, kita gagal memilih yang benar. Sampai terus dan terus dan kita sudah tidak bisa kembali lagi, alias tidak bisa berbuah.

Untuk mencegah semak duri tumbuh, ingatlah perkataan Tuhan Yesus, “Carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Jangan kamu khawatir.” (Mat. 6:33–34). Utamakanlah kerajaan Allah, dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Mind Map Kekhawatiran Dunia

Kekhawatiran dunia mengakibatkan kebenaran Firman tidak dapat berbuah

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 45
Who's Online

14 visitors online now
2 guests, 12 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site