Archive for August, 2009

Truth 31 Agustus 2009 “Penuaian yang Negatif”

Bila berbicara mengenai penuaian, biasanya orang Kristen selalu menghubungkan dengan usaha untuk membawa orang-orang yang tidak percaya menjadi anak-anak Tuhan. Ini ditandai dengan bertambahnya jumlah anggota gereja. Inilah penuaian positif yang menguntungkan pekerjaan Tuhan, di mana jiwa-jiwa diselamatkan. Tanpa disadari oleh banyak orang, terdapat pula penuaian negatif, yaitu usaha untuk membawa jiwa-jiwa ke dalam kegelapan abadi sebagai usaha kuasa kegelapan yang sangat aktif dan melakukan penuaiannya secara terselubung, diam-diam, intensif dan sistematis. Ini bisa dilakukannya, karena Iblis memang oknum yang cerdik luar biasa. Tanpa kecerdasan dari Tuhan kita tidak akan dapat menangkap manuvernya.

Manuver kuasa kegelapan ini berorientasi pada perusakan pola pikir (mindset) setiap individu. Mindset yang terbentuk sedemikian rupa bisa sampai pada keadaan tidak bisa diubah atau diperbaiki kembali. Untuk maksudnya ini, kuasa kegelapan dapat menggunakan segala cara yang sangat licin dan halus. Kuasa kegelapan bukan hanya bisa dan mampu bergerak di area di luar komunitas Kristen tetapi juga bergerak di area kehidupan anak-anak Tuhan dan aktivitas rohaninya. Perlu dicatat di sini bahwa di tengah suasana kebangunan rohani di Yerusalem pun kuasa kegelapan dapat menghasut Ananias dan Safira melakukan kesalahan yang berkategori fatal (Kis. 5:1–11).

Melalui berbagai media, kuasa kegelapan terus berusaha mewarnai jiwa orang-orang Kristen agar makin fasik, makin tidak mengenal kebenaran Tuhan, dan tidak takut Tuhan. Melalui berbagai kegiatan, kuasa kegelapan bisa menyuntikkan filosofi yang tidak murni Alkitabiah. Unsur-unsur yang tidak murni bila ditelorir masuk ke dalam gereja akan membuka celah terhadap unsur-unsur kafir masuk ke dalam gereja. Bila hal ini berlangsung terus maka sikap adaptif—penyesuaian diri dengan keadaan—berupa kompromi dengan ketidakbenaran menjadi kebiasaan gereja. Harus diingat bahwa kebenaran selalu bulat, tidak setengah-setengah.

Gereja harus waspada terhadap setiap fenomena yang terjadi dalam kehidupan umat Tuhan, dalam hal ini khususnya anak-anak muda yang memiliki usia efektif dipersiapkan menjadi pewaris Kerajaan Allah. Untuk masuk Kerajaan Surga seseorang harus memiliki gaya hidup yang sudah diubahkan (Yoh. 3:5). Gaya hidup yang diubahkan bagai pakaian pesta yang melayakkan seseorang masuk kemuliaan bersama Tuhan Yesus (Mat. 22:2–14). Ke surga bukan suatu kebetulan, dan ke neraka bukan suatu kecelakaan. Faktanya, ini adalah pilihan. Dan pilihan tersebut sudah nyata sejak seseorang masih hidup dalam dunia.

Mind Map Penuaian yang Negatif

Mind Map Penuaian yang Negatif

Ke surga bukan suatu kebetulan, dan ke neraka bukan suatu kecelakaan.

Faktanya, ini adalah pilihan.

Truth 30 Agustus 2009 Upah dan Pelayanan “Kemuliaan dalam KerajaanNya”

Apakah teladan Paulus (1Kor. 9:18) dan ajaran Tuhan Yesus untuk melayani tanpa mengharapkan upah berarti kita tidak mendapat upah? Tentu upah yang dimaksud dalam 1Kor. 9:18 tersebut adalah upah di dunia ini, yaitu jaminan hidup sebagai seorang pelayan Tuhan. Seorang pelayan Tuhan yang mengerti kebenaran tidak akan mengharapkan upah apapun di bumi ini; boleh melayani pekerjaan Tuhan itu pun sudah merupakan kehormatan yang luar biasa. Dengan melayani Tuhan, kita diperkenan menjadi sahabat-Nya (Yoh. 15:14–15). Siapakah kita sehingga diperkenankan menjadi sahabat Yesus? Menjadi sahabat Yesus berarti mendapat tempat bersama-sama dengan Yesus dalam Kerajaan-Nya (Yoh. 14:1–3). Inilah yang menjadi kerinduan Paulus, sehingga ia menyatakan, “… Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Fil. 3:12–14).

Bukan karena upah itu kita melayani Tuhan, tetapi setiap pelayanan dan kesetiaan pasti mendatangkan upah; dan upah orang percaya tersedia dalam kerajaanNya. Melayani Tuhan memiliki dampak yang tidak terukur. Pengorbanan dalam pelayanan bagi Tuhan di dunia ini dapat diukur, tetapi buah dari pelayanan bagi Tuhan tidak terukur. Itulah sebabnya dikatakan, “Bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita, orang percaya” (Rm. 8:18). Hanya orang-orang bodoh yang tidak berakal yang tidak memanfaatkan kesempatan ini. Orang-orang bijaksana akan memberi hidupnya untuk melayani Tuhan dengan apapun yang dapat dilakukan bagi Tuhan. Doanya adalah, ”Tuhan ambil hidupku untuk melayani Engkau. Bukan emas dan perak yang kuminta tetapi beri aku kesempatan untuk mengabdi kepada-Mu”

Pengorbanan yang ditunjukkan oleh orang percaya kepada Tuhan Yesus dengan motif yang benar tidak akan diabaikan Tuhan. Pengorbanan mereka terhadap Tuhan bisa dianggap gratis, sebab memang Tuhan telah membeli setiap orang percaya dengan darah-Nya dan setiap orang percaya memang harus mengabdi bagi Tuhan. Tetapi Tuhan tetap memperhitungkan dengan teliti dan memberi upah di dalam kerajaan-Nya (Luk. 22:28–30; Why. 14:13). Kita dipanggil Tuhan untuk menerima berkat abadi ini dengan melayani Tuhan; kita pasti memiliki bagian di dalamnya.

Mind Map Kemuliaan dalam KerajaanNya

Mind Map Kemuliaan dalam KerajaanNya

Bukan karena upah itu kita melayani Tuhan, tetapi setiap pelayanan dan kesetiaan
pasti mendatangkan upah. Upah orang percaya tersedia dalam kerajaan-Nya.

Truth 29 Agustus 2009 Upah dan Pelayanan “Ledakan Cinta Kasih”

Dalam perjalanan pelayanan Tuhan Yesus, kita temukan ledakan cinta kasihNya kepada Bapa-Nya. Tindakan Yesus di Bait Suci merupakan contohnya. Ketika melihat halaman Bait Suci digunakan untuk jual beli, Tuhan Yesus menjadi marah dan melakukan suatu tindakan yang sangat radikal. Tindakan itu diungkapkan dengan kalimat, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh. 2:17). Ia menjungkirbalikkan meja tempat para penukar uang melakukan transaksi dan mengusir para pedagang hewan korban dengan cemeti. Ini pasti membuat halaman bait Suci menjadi heboh. Tindakan ini suatu keberanian yang luar biasa. Mengherankan, ternyata Tuhan Yesus tidak didemo dan dikeroyok oleh para pedagang.

Ledakan cinta kasih Tuhan Yesus dalam fragmen penyucian Bait Suci adalah ledakan cinta kasih yang paling mulia di sepanjang sejarah alam semesta. Ini diharapkan dapat dimiliki pengikut-pengikut Yesus. Memang, mengikuti-Nya berarti mengikuti jejak-Nya, termasuk ledakan cinta kasih-Nya kepada Bapa di Surga.

Ledakan itu juga ditunjukkan dengan sikap Tuhan Yesus yang tetap bertahan menantikan perempuan Samaria di sumur Yakub dekat Kota Sikhar ketimbang masuk kota mencari makanan, walalupunIa sudah letih dan lapar. Tuhan Yesus berkata, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh. 4:34).

Dalam seluruh perjalanan pelayanan Tuhan Yesus, tampak kecintaan kepada Bapa yang ditandai dengan ketaatan-Nya sampai mati bahkan mati di kayu salib (Flp 2:5–9). Inilah ketaatan yang tak bersyarat, dipersembahkan tanpa menuntut upah. Di dalam hal ini tidak pernah kita temukan Ia menuntut upah. Tuhan Yesus juga mengajar orang percaya untuk memiliki sikap seperti ini. Ia memampukan setiap orang percaya untuk memiliki sikap seperti yang Ia miliki. Itulah sebabnya dikatakan Ia menjadi yang sulung diantara banyak saudara (Rm. 8:29).

Tuhan Yesus juga pernah menasihati, “Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan”. (Luk. 17:10). Tidak tersirat sama sekali adanya upah sebagai motivasi seseorang melakukan suatu tugas atau kewajiban yang diberikan. Secara jelas Tuhan Yesus mengajarkan bahwa dalam segala sesuatu yang kita kerjakan bagi Dia, kita tidak boleh mengharapkan atau menantikan upah.

Mind Map Ledakan Cinta Kasih

Mind Map Ledakan Cinta Kasih

Kecintaan Tuhan Yesus kepada Bapa ditandai dengan ketaatan yang
dipersembahkan-Nya tanpa menuntut upah.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 45
Who's Online

12 visitors online now
2 guests, 10 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
August 2009
M T W T F S S
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site