2. Pribadi Ketiga

SEMUA DATA YANG tertulis dalam Alkitab membuktikan bahwa Roh Kudus dapat dikatakan sebagai suatu Pribadi. Tetapi masalahnya adalah apakah Roh Kudus bisa dikatakan sebagai Pribadi ketiga? Jawaban terhadap pertanyaan ini tidak mudah, sebab selama ini sudah terpatri dalam pikiran banyak orang Kristen bahwa Roh Kudus adalah Pribadi ketiga secara mutlak dan yang dapat terpisah dari Allah, seakan-akan bisa mandiri atau independen secara mutlak pula. Dalam hal ini orang percaya yang mau memperoleh pencerahan dituntut kesediaannya untuk membuka diri dengan tidak takut terhadap hal-hal yang baru, yang lebih terbuka dan akurat dalam mengungkapkan kebenaran. Orang percaya harus berani jujur dalam melihat kebenaran Injil untuk mendefinsikan ulang doktrin mengenai Roh Kudus, yang sebenarnya selama ini kurang tepat atau kurang lengkap.

Apakah Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal? Tentu saja bisa dijawab ya, sebab Roh Kudus adalah representasi dari Allah (Elohim). Bila jawabnya menggunakan kata “bisa”, ini berarti “tidak mutlak”. Harus diingat, di satu pihak Roh Kudus bukan Allah Bapa dan juga bukan Allah Anak. Tetapi di pihak lainRoh Kudus adalah Roh yang keluar dari Bapa. Roh Kudus yang sama dengan Roh Allah adalah Roh dari Allah Bapa sendiri, lebih tepatnya Roh Allah Bapa sendiri. Di dalam Bapa tidak ada Roh lain selain Roh Kudus. Ketika Roh Kudus berurusan dengan manusia dan hadir di tengah-tengah kehidupan -seakan-akan Ia terpisah dari pribadi Allah Bapa, padahal tidak- Roh Kudus tidak akan pernah terpisah dari Allah Bapa.

Apakah Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal? Bisa juga dijawab tidak bila dikaitkan dengan relasi-Nya yang tidak terpisah dari Allah Bapa. Jadi, bisa dikatakan bahwa Roh Kudus bukan Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Mengapa? Sebab Roh Kudus mengalir dari Allah Bapa dan keluar tetapi tidak pernah ada keterpisahan atau kemandirian mutlak dari Allah Bapa.1 Sulit untuk mengatakan bahwa Roh Kudus bisa berdaulat mandiri tanpa ikatan dengan Allah Bapa secara mutlak, sebab Alkitab tidak menunjukkan bahwa Roh Kudus bisa terpisah dari Allah Bapa. Seperti yang dikemukakan di atas bahwa pribadi adalah entitas yang bisa berdaulat dengan kemandirian penuh seperti Tuhan Yesus, Lusifer dan para malaikat serta manusia. Roh Kudus bisa dikatakan bukan Pribadi ketiga sebab tidak ada penjelasan atau kesan atau isyarat bahwa Roh Kudus bisa mandiri dari Allah Bapa. Kalau Lusifer, malaikat, manusia dan juga Tuhan Yesus -ketika mengenakan tubuh manusia- memiliki peluang untuk tidak taat kepada Allah Bapa seperti manusia, tetapi Roh Kudus tidak akan pernah bisa memberontak kepada Allah, sebab Roh Kudus adalah Roh Allah Bapa sendiri.

Sejujurnya, ketika kita mengatakan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi ketiga, hal itu akan memberikan kesan bahwa Roh Kudus bisa terpisah dari Allah Bapa, padahal Roh Kudus adalah Roh Allah Bapa sendiri. Penjelasan ini sangat penting sekali untuk dipahami. Roh Kudus adalah cara kehadiran Allah Bapa di segala tempat, di sepanjang zaman dan waktu. Roh Allah ada dimana-mana sebagai Allah yang Maha Hadir. Kalau Roh Kudus bisa dikatakan mutlak sebagai pribadi ketiga, maka penjelasan mengenai Allah yang Esa menjadi sangat sulit. Penjelasan mengenai Allah Tritunggal menjadi absurd (tidak masuk akal, mustahil, aneh). Yang benar adalah Allah Bapa ada di surga, Allah Anak duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Tuhan dan Roh Kudus hadir dimana-mana mewakili lembaga atau institusi Allah (Elohim). Jadi pernyataan Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal bersifat relatif, tidak mutlak, tergantung dari sudut mana pernyataan itu berangkat. Terkait dengan hal ini perlu dipersoalkan juga, mengapa melawan Tuhan Yesus atau yang sama dengan menghujat Tuhan Yesus bisa diampuni tetapi menghujat Roh Kudus tidak diampuni?2 Sebab Roh Kudus keluar dari Bapa. Dia adalah satu-satunya representasi dari Allah Bapa yang tidak terpisah. Menghujat Roh Kudus berarti menolak seluruh tindakan Allah.

1) Yohanes 15:26 ; 2) Markus 3:28-29; Lukas 12:10

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.