17. Memberkati Pekerjaan Tuhan

PERCAYA KEPADA TUHAN Yesus bukan berarti dapat menggunakan Tuhan untuk kepentingan kita, tetapi hidup untuk kepentingan-Nya. Konsekuensi menerima Yesus sebagai Kurios (Tuhan) berarti hidup kita disita untuk mengabdi kepada-Nya. Kebenaran ini hanya dapat dipahami dan dikenakan untuk orang yang sudah dikuasai kasih Kristus.1 Kristus telah mati bagi mereka.Harus disadari sedalam-dalamnya bahwa Kristus mati bukan bagi keuntungan-Nya tetapi demi kita.Tanpa kematian-Nya, kita dikurung dalam kekuasaan Iblis dan digiring ke dalam kegelapan abadi. Ia datang untuk membebaskan kita. Penebusan itu mengakibatkan kita menjadi milik Allah.2 Pemilikan Allah ini harus disadari supaya kita “tahu diri”.Kalau kita tidak menyadari hal ini, kita tidak pernah menerima keselamatan menjadi milik yang pasti.Jadi, “diselamatkan” berarti dikuasai menjadi milik Tuhan. Tidak mengerti hal ini berarti juga kita tidak mengerti prinsip keselamatan. Hidup ini harus ada yang memiliki. Orang yang diselamatkan harus mempersembahkan hidupnya sepenuh bagi Tuhan.

Dalam Roma 12:1-2 Paulus menjelaskan arti ibadah, yaitu mempersembahkan tubuh sebagai korban yang hidup, kudus dan yang berkenan. Ini artinya membudidayakan tubuh untuk kepentingan kehidupan sesuai dengan maksud Tuhan dan tidak menggunakan tubuh dalam bentuk perbuatan yang melanggar Firman Tuhan. Ini merupakan kewajiban agar anak-anak Tuhan meningkatkan kualitas kemampuan kerja dalam membudidayakan semua potensi yang ada di dalam dirinya dan belajar kebenaran Alkitab untuk mengerti bagaimana menggunakan tubuh sesuai dengan Firman Tuhan.

Pernahkan kita benar-benar berperkara dengan Tuhan, yaitu apakah kita sungguh-sungguh telah termasuk manusia yang berdiri di pihak Tuhan atau tidak? Apakah kita sungguh-sungguh telah mengabdi kepada Tuhan atau tidak? Menjadi orang percaya, menjadi anak-anak-Nya bukan hanya untuk menerima fasilitas berkat-Nya, tetapi juga memberkati pekerjaan-Nya. Kita dipanggil untuk menderita bersama-sama dengan Dia.3 Paulus adalah sosok manusia yang benar-benar termasuk kelompok orang yang mengabdi kepada Tuhan. Inilah yang Tuhan kehendaki, agar kita memiliki pergumulan yang sama dengan Paulus. Kehidupan seperti itulah yang dikatakan sebagai “berpadanan dengan Injil”.4 Injil yang merasuki seseorang akan menjadikan orang itu “pejuang bagi Kristus”. Anda belum dirasuki jiwa injil yang benar bila belum tampil sebagai “pejuang Kristus”. Injil itu seperti ragi.5 Ragi itu pasti mengubah. Perubahan tersebut sampai tingkat radikal. Inilah yang diharapkan dan dikehendaki Tuhan bahwa kebenaran Tuhan menjadikan kita pejuang-pejuang Injil, pejuang kebenaran, pejuang bagi Kristus. Bila tidak demikian, berarti Injil yang diterima salah. Tidak ada orang yang menerima Injil yang benar yang tidak menjadi pejuang bagi Kristus.

Tuhan Yesus berkata: barang siapa tidak mengumpulkan bersama Yesus, ia mencerai-beraikan.6 Merupakan keharusan untuk membantu (melayani) Tuhan bagi kepentingan-Nya. Dalam hal ini orang Kristen dewasa berpendirian bahwa ia tidak berhak menuntut Tuhan tetapi Tuhanlah yang berhak menuntutnya. Orang Kristen yang dewasa tidak melibatkan Tuhan dalam masalahnya, tetapi melibatkan dirinya dalam masalah Tuhan. Harus disadari bahwa setiap orang yang telah ditebus, maka hidupnya bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk hidup bagi Dia yang sudah mati bagi dia, yaitu hidup bagi Yesus.7 Tuhan Yesus menuntut ketegasan kita, kepada siapa kita bersekutu dan untuk siapa kita hidup. Dunia adalah sebuah realitas yang harus dihadapi dengan serius. Kita tidak boleh plin-plan, karena sangat berbahaya. Banyak orang Kristen yang tidak hidup serius. Mereka seperti orang yang sedang tidur. Mereka dibuat Iblis kehilangan arah hidup Kekristenan yang benar. Oleh sebab itu kita harus selalu berjaga-jaga dan bekerja bagi Tuhan dengan segenap hati.8

1) 2Korintus 5:14-15 ; 2) 1Korintus 6:19-20 ; 3)Filipi 1:27-30 ; 4) Filipi 1:27 ; 5) Matius13 ; 6) Lukas 11:23 ; 7) 2Korintus 5:14-15 ; 8) Yohanes 6:27

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.