16 Desember 2014: Iman Kristen Menjadi Rawan

Berbicara mengenai akhir zaman pada umumnya orang memiliki kecenderungan memberikan perhatian hanya pada “tepat waktu” kedatangan Tuhan. Tidak heran kalau ada yang mencoba meramalkan hari kedatangan Tuhan atau hari kiamat. Padahal dengan jelas Tuhan Yesus memberitahukan bahwa tidak seorang pun tahu kapan saat kedatangan Tuhan. Ia datang seperti pencuri pada malam hari. Adalah bodoh kalau ada orang yang masih mencoba menghitung-hitung hari kedatangan-Nya. Oleh sebab itu hendaknya orang percaya menolak kalau ada orang yang menunjukkan hari kedatangan Tuhan atau hari kiamat tersebut. Itu pasti itu sesat. Kalau berbicara mengenai akhir zaman, yang juga harus diperhatikan adalah suasana dunia akhir zaman yang membuat iman Kristen menjadi rawan. Ketika Alkitab berbicara mengenai akhir zaman, yang ditekankan bukan hari, saat atau waktu kedatangan-Nya, tetapi “ suasana” menjelang kedatangan-Nya tersebut. Suasana yang dimaksud di sini adalah bahwa menjelang kedatangan Tuhan, dunia dibawa kepada “suasana” yang sangat khusus. Sangat khusus di sini maksudnya adalah dunia dan suasananya bertambah jahat. Hal inilah yang memberi pengaruh berbahaya bagi kita orang percaya. Iblis tentu tahu bahwa petualangannya di bumi ini akan segera diakhiri oleh Tuhan, sebab tanda-tanda akhir zaman sudah semakin jelas yaitu adanya konflik antar bangsa atau perang, kelaparan, gempa bumi dan lain sebagainya. Itulah sebabnya Iblis berusaha bekerja keras di sisa waktu yang ada untuk menarik sebanyak mungkin manusia ikut masuk ke dalam kegelapan abadi atau api kekal neraka. Itulah sebabnya di akhir zaman ini suasana dunia menjadi semakin jahat. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari pekerjaan Iblis yang sangat cerdik dan jahat. Berkenaan dengan hal ini Tuhan Yesus mengingatkan bahwa Iblis berjalan keliling seperti singa dan berusaha menelan siapa saja yang dapat ditelannya. Orang percaya harus melawannya dengan iman yang teguh (1Ptr. 5:8-9). Dengan kondisi dunia seperti tersebut di atas, maka iman Kristen menjadi lebih rawan. Kerawanan ini harus disadari oleh orang percaya. Jadi sangatlah beralasan kalau Petrus menasihati agar orang percaya melawan Iblis yang berjalan keliling seperti singa dengan iman yang teguh. “Melawan dengan iman yang teguh” dalam teks aslinya adalah ho antistete stereoi te pistei (ᾧ ἀντίστητε στερεοὶ τῇ πίστει) yang artinya berusaha untuk menolak atau melawan dengan iman yang kokoh atau teguh. Hal ini menunjukkan bahwa melawan Iblis harus dengan sangat serius mengerahkan seluruh kekuatan yang kemampuan yang ada. Dari tulisan Petrus tersebut ditunjukkan bahwa Iblis bukanlah musuh yang bisa dianggap ringan. Selanjutnya Petrus juga mengatakan bahwa semua saudara seiman di seluruh dunia juga mengalami penderitaan yang sama. Kata penderitaan dalam 1Petrus 5:9 adalah pathema (πάθημα) yang artinya sesuatu yang menyakitkan. Dalam terjemahan bahasa Inggris diterjemahkan suffering. Dunia akhir zaman yang tiada henti memengaruhi orang percaya agar menjadi fasik. Hal ini benar-benar akan berdampak buruk bagi mereka yang tidak berani dengan tegas menolaknya atau melawannya. Tetapi kalau orang percaya melawan dengan iman yang teguh maka orang tersebut akan tampil sebagai pemenang. Inilah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah agar kita menjadi pemenang, artinya di tengah dunia yang gelap dengan pengaruhnya yang jahat orang percaya memiliki integritas yang kuat, sehingga tidak terpengaruhi oleh keadaan dunia yang jahat ini. Terkait dengan hal ini hendaknya orang percaya tidak menjadi termometer tetapi termostat. Orang percaya bukan dipengaruhi dunia tetapi memengaruhi dunia.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.