15. PAKET UTAMA

MELAKUKAN APA yang diinginkan Tuhan adalah hidup yang berkualitas atau hidup yang kekal. Inilah yang diajarkan Tuhan Yesus kepada orang muda kaya di Matius 19:16-21. Bukan sekadar melakukan hukum tetapi melakukan apa yang Tuhan inginkan. Dalam paragraf ini Tuhan menunjukkan apa yang baik. Bahwa tidak ada yang baik selain Allah.1 Orang yang memiliki hidup berkualitas paling tinggi adalah orang yang melakukan yang baik yaitu melakukan yang diingini Tuhan. Inilah yang disebut sebagai paket utama yang dikhususkan untuk umat Perjanjian Baru. Itulah sebabnya orang percaya harus terus menerus mengalami pembaharuan pikiran sehingga mengerti kehendak Allah yaitu apa yang baik, yang berkenan dan sempurna.2 Sedangkan untuk umat Perjanjian Lama atau orang beragama pada umumnya, paket mereka adalah menjadi orang baik dengan ukuran melakukan hukum. Yang baik dalam Roma 12: 2 tidak sama dengan yang baik dalam Yakobus 4:17. Yang baik dalam Yakobus 4:17 menyangkut apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna.

Hukum diberikan kepada manusia agar manusia tidak musnah. Manusia masih bisa berperilaku sebagai manusia (walau tidak mencapai kesucian yang dikehendaki oleh Allah), bukan berlaku seperti hewan. Jadi, torat membuat manusia tidak kehilangan kemanusiaannya sama sekali. Manusia masih bisa berperilaku santun dalam ukuran manusia. Tetapi manusia tidak mampu melakukan apa yang diingini oleh Tuhan, sebab manusia tanpa kebenaran Injil yang mencerdaskan roh tidak akan dapat mampu mengerti kehendak Tuhan. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus menuntun manusia kepada keberadaan atau kemampuan mengerti kehendak Allah dan melakukan kehendak Allah tersebut. Jika tidak demikian berarti bukanlah jalan keselamatan yang Tuhan Yesus ajarkan. Harus diingat bahwa pelayanan pekerjaan Tuhan adalah memuridkan manusia untuk belajar dari Guru Agung Tuhan Yesus Kristus. Bukan untuk menjadi murid seseorang, tetapi murid Tuhan.3 Ini berarti setiap orang yang disentuh oleh pelayanan kita, harus bisa menemukan Tuhan sendiri dan belajar dari-Nya. Inilah harga yang harus dibayar setiap orang percaya.

Orang percaya dipanggil untuk memuaskan hati Tuhan dalam segala hal. Inilah yang dimaksud dengan baik kita makan atau minum atau melakukan sesuatu yang lain, semua harus kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan. Inilah taraf hidup yang ditampilkan oleh Tuhan Yesus ketika Ia ada di dalam dunia. Taraf hidup seperti ini harus kita capai melalui sebuah perjuangan yang panjang dan berat selama hidup di dunia. Jadi, bagi orang percaya hidup di dunia ini hanyalah untuk mencapai prestasi ini. Inilah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus sebagai mengumpulkan harta di surga. Jika seseorang memiliki fokus hidup yang berbeda, maka ia tidak pernah mengerti apa yang dimaksud dengan mencari Kerajaan Allah. Itu juga berarti ia tidak mengalami keselamatan yang disediakan oleh Tuhan Yesus. Inilah yang dimaksud Alkitab sebagai menyia-nyiakan keselamatan yang begitu besar.4 Berkenaan dengan ini, kita diperhadapkan kepada satu dari dua pilihan. Menujukan hidup sepenuhnya ke Kerajaan Allah atau tidak sama sekali.

Masalahnya adalah bagaimana kita bisa memiliki gaya hidup mengumpulkan harta di surga. Pertama, secara teori kita mengerti kebenaran berkenaan dengan hal ini. Ini masih dalam pemahaman secara kognitif atau pengetahuan alam pikiran. Tentu saja kebenaran mengenai hal ini harus dimiliki secara lengkap atau memadai seperti misalnya mengapa Allah menciptakan manusia, hidup ini singkat, perjalanan hidup di dunia hanya untuk dipersiapkan memasuki langit baru dan bumi yang baru dan lain sebagainya. Kedua, dengan kesadaran dan kerelaan menerima kebenaran-kebenaran ini dan bersedia belajar untuk mengenakannya dalam hidup kita setiap hari. Kita harus sungguh-sungguh mengenakan kebenaran-kebenaran tersebut di dalam praktik nyata kehidupan. Perjalanan hidup setiap hari harus diterima sebagai sekolah kehidupan untuk melakukan apa pun yang dikehendakai oleh Bapa.

1) Matius 19:17; Markus 10:18 ; 2) Roma 12:2 ; 3) Matius 28:18-20 ; 4) Ibrani 2:3

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.