14. Makna Kenaikan Tuhan Yesus

RUPANYA TELAH MENJADI tradisi dunia dalam lingkup keagamaan, yaitu menjadikan peristiwa-peristiwa yang dianggap besar yang berhubungan dengan tokoh agamanya sebagai hari raya. Demikian juga dengan hari kenaikan Tuhan Yesus. Peristiwa ini dianggap besar, lalu dijadikan sebagai hari raya dan kita harus merayakannya. Pernahkah saudara menemukan jawab mengapa kita harus merayakan hari ini? Apa yang menarik dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus sehingga dianggapnya ini sebagai hari raya? Ternyata banyak orang Kristen yang merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus tanpa pengertian. Hanya mengekor orang lain yang secara buta merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Kalau kita tidak mengerti makna kenaikan Tuhan Yesus ke surga, maka sia-sia ibadah perayaan kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Kalau kita membaca Injil, tidak semua penulis Injil mencantumkan peristiwa ini (Matius dan Yohanes tidak). Kalau peristiwa penyaliban Tuhan Yesus karena dianggap urgen dan penting, terdapat dalam semua kitab Injil.

Dalam Kisah Rasul 1:9-10, malaikat berkata: “Mengapakah kamu berdiri melihat ke langit…” Jangan hanya terkesima menatap kenaikan Yesus ke surga, yang penting sekarang adalah bagaimana kita harus mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya kembali. Kalimat ini pasti sangat beralasan sebab banyak orang Kristen yang sebenarnya tidak mempersiapkan diri untuk menerima kedatangan-Nya kembali. Dalam Yohanes 14:1-2, Yesus berkata: “Aku pergi menyediakan tempat bagimu”.

Perumahan atau papan adalah kebutuhan primer manusia. Itulah sebabnya pemerintah giat membangun rumah-rumah, real estate, supaya orang memiliki tempat berteduh dan nyaman tinggal. Bukan saja di dunia sementara ini kita membutuhkan tempat tinggal, setelah roh meninggalkan tubuh ini, kita pun sangat membutuhan tempat tinggal. Justru tempat tinggal untuk kehidupan kita yang kekal jauh lebih penting. Tempat tinggal untuk roh tidak dapat dibangun oleh tangan manusia, kontraktor manapun juga. Hanya tangan Allah yang mampu membangunnya. Manusia tidak dapat memperolehnya sekalipun memiliki banyak harta, kecuali Ia yang memiliki rumah kekal itu berkenan menganugerahkannya.

Dengan kenaikan-Nya ke surga, Ia menyediakan tempat bagi kita, sebab Ia mau dimana Ia ada, di situ kita ada. Ia merintis melalui pengorbanan-Nya, kematian dan kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya ke surga sebagai syarat mutlak dari bukti kemenangan- Nya. Ia akan kembali dalam kemuliaan-Nya, dimana ada tempat yang dijanjikan-Nya itu. Dunia ini bukan rumah kita, di dalam dunia ini kita hanya menumpang saja.1 Dengan demikian maka kematian bukanlah momok yang menakutkan, melainkan jembatan emas untuk memasuki kehidupan bahagia sempurna bersama Tuhan. Inilah pengharapan yang paling membahagiakan. Ini bukanlah janji kosong tetapi kenyataan yang akan dialami oleh setiap orang percaya yang telah bertobat dan lahir baru.

Dalam hal ini kita dipanggil untuk mempersiapkan diri. Roh Kudus diutus-Nya untuk membawa kita kepada segala kebenaran-Nya. Dalam Yohanes 16:7 Tuhan Yesus berkata: “Adalah lebih berguna jika Aku pergi …” Sebab dengan kepergian-Nya, Ia mengutus Roh Kudus ke dalam dunia untuk mendampingi (tinggal di dalam) diri orang percaya. Roh Kudus adalah parakletos ( advokad, pendamping, penghibur). Roh Kuduslah yang akan menggarap kita untuk membuat kita layak, selama kita memberi diri digarap olehNya.

1) Filipi 3:20 ; 2Korintus 5:1

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.