13 Januari 2015: Buah Yang Dikehendaki

Buah yang dikehendaki oleh Tuhan untuk kita hasilkan bukan sekedar bisa membawa orang ke gereja dan menjadi anggota gereja tersebut, tetapi benar-benar membuat orang lain terpengaruhi dan tergiring untuk memiliki karakter Tuhan Yesus. Sebab inilah isi dan tujuan pelayanan yaitu bagaimana membawa orang menjadi manusia Allah yang bernurani seperti Tuhan sendiri. Jika pelayanan gereja tidak demikian berarti gereja menipu dan menyesatkan jemaat. Untuk bisa mengubah jemaat menjadi manusia Allah tersebut, gereja haruslah mengajarkan kebenaran yang murni atau yang orisinil seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Selanjutnya gereja juga harus memiliki pelayan-pelayan jemaat yang berstandar kesalehan Tuhan Yesus sehingga hidup mereka benar-benar dapat diteladani oleh umat. Tidak ada kotbah yang lebih keras suaranya dari perbuatan pengkhotbah itu sendiri. Ketika umat melihat kehidupan para aktivis gereja, maka mereka akan tergarami. Dengan demikian jiwa-jiwa bisa datang ke gereja bukan hanya karena satu sosok manusia yang dikagumi dan dikultuskan tetapi melihat dan merasakan kehidupan para aktivisnya yang menularkan kehidupan Kristus.

Proyek keselamatan ini bukan hanya tugas gereja dan para aktivis dan rohaniwannya, tetapi merupakan tugas semua orang percaya, sebab semua orang percaya harus berbuah.1 Ini adalah bisnis Bapa yang harus terselenggara dalam kehidupan setiap individu. Orang yang menolak berbuah berarti menolak keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita adalah carang-carang liar yang dicangkokkan ke satu batang pohon. Kalau carang asli yaitu bangsa Israel bisa dikerat dan dibuang, apalagi carang liar. Itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan: “Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.”2 Pernyataan Paulus dalam Roma 11:21-22 ini sejajar dengan yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 15:1-2, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”. Dalam hal ini jelaslah bahwa setiap orang percaya harus berbuah, jika tidak maka resikonya dipotong.

Ironi sekali, hari ini banyak orang Kristen yang tidak berbuah sama sekali. Mereka tidak mampu menularkan kehidupan Tuhan Yesus bagi orang lain, sebab hidup mereka juga masih jauh dari standar hidup anak-anak Allah. Tetapi mereka tidak merasa tertuntut sama sekali untuk berubah mengenakan gaya hidup Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang. Lebih menyedihkan lagi mereka hanya merasa berhak menuntut Tuhan agar memberkati mereka. Tetapi mereka tidak mengerti panggilan untuk berbuah. Inilah orang Kristen mandul yang tidak pernah menderita bersama-sama dengan Tuhan.Untuk proyek penyelamatan dengan standar ini (mengubah manusia menjadi manusia Allah), harganya sangat mahal, yaitu segenap hidup. Hal ini berarti seseorang harus rela kehilangan segala kesenangan hidup dan menjadikan Tuhan sebagai kesenangan satu-satunya. Menjadikan Tuhan kesenangan satu-satunya berarti selalu berusaha untuk bisa menyenangkan hati Tuhan. Kehidupan seperti ini pasti memancarkan kehidupan Ilahi yang tertular bagi orang lain. Pada akhirnya setiap orang percaya harus memuridkan orang lain dan terus membimbing sampai kepada kesempurnaan. Kalau tugas ini dilakukan dengan baik maka anak Tuhan tersebut akan semakin terpacu untuk menjadi sempurna. Dengan menuntun orang kepada kebenaran, tanpa kita sadari hal itu juga memicu dirinya sendiri untuk hidup dalam kebenaran seperti yang Tuhan kehendaki.

1) Yohanes 15:1-7 2) Roma 11:21-22

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.