10 Oktober 2014: Menikmati Kesenangan Bersama

Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang mengikatkan diri pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia (1Kor. 6:17). Kata mengikatkan diri dalam teks aslinya adalah kollomenos (κολλ μενος) dari akar kata kolao. Kata ini berarti menyatukan atau menyatu bersama, akrab atau erat (join closely together). Sebenarnya konteks ayat ini adalah ketika seseorang mengikatkan diri dengan perempuan cabul menjadi satu daging. Hal ini menunjukkan bahwa ketika seseorang menikmati kebersamaan dalam kenikmatan maka menjadi satu roh dengan orang yang dengannya ia menikmati sebuah kesenangan. Demikian pula kalau kita menikmati kenikmatan dalam kebersamaan dengan Tuhan maka kita menjadi satu roh dengan Tuhan. Satu roh di sini artinya satu semangat atau satu gairah. Selama ini banyak orang Kristen yang menikmati segala kesenangan dalam hidup ini dengan segala fasilitas yang dunia sediakan, hal mana dilakukan oleh hampir semua orang. Mereka merasa berhak untuk memiliki gaya hidup seperti itu. Untuk ini mereka berdoa agar Tuhan memberikan apa yang mereka pandang sebagai kebutuhan untuk membahagiakan hatinya. Dalam hal ini, tujuan beragama dan memiliki Tuhan adalah supaya ada tempat bergantung atau berteduh dan menerima semua yang dipandang sebagai kebutuhan. Bagi mereka yang penting tidak datang ke dukun atau kuasa lain, dan jika mereka melibatkan Tuhan dalam segala persoalan hidup ini berarti ia sudah merupakan sesuatu yang menyukakan hati Tuhan. Kesalahan banyak orang adalah tidak pernah mempersoalkan apakah kesenangan dan kebahagiaan yang dinikmatinya juga dinikmati oleh Tuhan. Mereka tidak memedulikan apakah Tuhan juga disenangkan oleh apa yang mereka anggap sebagai kebutuhan untuk mengalami kesenangan atau kebahagiaan hidup itu. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab mereka memandang bahwa Tuhan tidak memiliki kepentingan. Dengan berpikir demikian maka mereka tidak pernah mempersoalkan apa kehendak Tuhan dalam hidup ini. Mereka berpikir bahwa Tuhan hanya peduli umat melakukan hukum-hukum-Nya. Dengan melakukan hukum umat dapat diberkati dan menikmati hidup ini secara wajar. Dalam hal ini Tuhan dipandang sebagai oknum yang tidak bersama-sama dengan umat dalam segala kegiatan dan rencananya. Padahal sebenarnya, Tuhan hendak melibatkan anak-anak-Nya, agar mereka dapat dipermuliakan bersama dengan Tuhan Yesus di dalam Kerajaan-aNya. Inilah sesungguhnya tujuan keselamatan itu.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.