1 Oktober 2014: Menyembah Yang Benar

­Dalam bahasa Yunani kata menyembah adalah proskuneo (προσκυνέω) yang arti sempitnya adalah tunduk; tetapi dalam arti luasnya adalah memberi nilai tinggi. Hal ini sama artinya dengan memberi penghargaan tertinggi atau memberi hormat. Kata proskuneo juga bisa diartikan sebagai mencium tangan (to kiss the hand to). Beberapa pengertian kata proskuneo tersebut memiliki relasi yang erat satu sama lain. Seseorang akan tunduk kepada obyek yang diberi nilai tinggi. Kalau obyek tersebut adalah pribadi, maka sebagai tanda hormat kepada obyek tersebut, ia mencium tangannya. Kata  proskuneo ini dapat dijumpai dalam Lukas 4:8 ketika Tuhan Yesus menghadapi iblis yang mencobai-Nya akan memberi kekayaan dunia kalau Tuhan Yesus mau menyembahnya. Keinginan iblis untuk dihormati oleh Tuhan membuka takbir apa yang dikemukakan oleh Yesaya 14:13-14 mengenai makhluk yang tadinya hebat yang namanya heyllel ben shachar (חַרל בֶּן־שָׁהֵילֵ). Oknum pemberontak ini hendak memiliki tahta dan hendak menyamai yang Mahatinggi. Pada dasarnya ia tidak menerima dirinya sebagai makhluk ciptaan yang harus menaati dan menghormati Allah Pencipta secara benar. Seharusnya ia menerima, sehebat apa pun dirinya, bahwa ia adalah makhluk ciptaan dan harus menempatkan diri sebagai ciptaan secara proporsional. Ciri makhluk yang menempatkan Tuhan dengan benar adalah menyembah Dia dengan benar.Memberi nilai tinggi menunjuk pada sikap hati atau bathin. Bukan sikap fisik atau lahiriah. Memang kalau sikap bathiniahnya benar maka fisiknya juga mengekspresikan, tetapi sikap lahiriah tidak menjamin sikap bathiniah, sebab manusia sangat cakap dalam memanipulasi keadaan dan bersikap munafik. Jangan sampai orang Kristen terkungkung dalam kebodohan, dimana mereka merasa bahwa sudah menghargai atau menghormati Tuhan dengan mengekspresikannya melalui puji-pujian dan penyembahan di gereja; padahal dalam kehidupan setiap hari tidak memiliki sikap hormat yang pantas kepada-Nya. Kehidupan setiap hari melalui renungan hati, perkataan dan perbuatan, seseorang menunjukkan penghargaannya terhadap Tuhan. Hal ini sama dengan menyembah Tuhan. Faktanya hari ini, banyak orang yang pada dasarnya tidak menyembah Tuhan, hal ini disebabkan karena menuruti keinginan iblis yaitu menyembah dia dengan cara berkeinginan memiliki kesenangan dari dunia ini. Mengingini dunia berarti permusuhan terhadap Allah.

 

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.