Menjadi Saksi Yang Benar

ENGLISH VERSION

25 Mei 2013

Alkitab dalam setahun: Ulangan 30-31

Mind Map Menjadi Saksi Yang Benar

Mind Map Menjadi Saksi Yang Benar

Adalah mudah menjadi pengikut suatu aliran agama dan mengaku menjadi pembela tokoh agama tersebut. Persoalannya adalah: apakah sosok yang menyatakan diri utusan Allah atau berasal dari Allah benar-benar mengenal Allah dan mengajarkan jalan yang benar? Para pengikut “tokoh” tersebut yang akan membuktikan apakah tokoh yang diikuti dan dipercayai sebagai utusan benar-benar dari Allah atau bukan. Bagaimana dapat membuktikannya? Untuk ini banyak orang beragama membela tokoh yang diakuinya sebagai utusan Allah dengan berbagai cara. Pembelaan tersebut sebagai usaha yang bernuansa hendak membuktikan bahwa tokoh yang dipercayai sebagai utusan Allah itu benar. Pembelaan yang dilakukan seseorang atau sebuah komunitas bagi tokoh agamanya sampai pada pengorbanan nyawa. Berkenaan dengan hal ini orang percaya juga harus bertanggung jawab untuk membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diutus oleh Allah Bapa. Dengan tegas Tuhan Yesus menyatakan bahwa orang percaya adalah saksi-Nya (Kis. 1:8). Kesaksian itu melalui segala perbuatan dan warna hidup, dari kehidupan individu sampai komunitasnya. Berkenaan dengan hal ini kita harus menghindarkan diri dari perdebatan yang tidak berguna. Apalagi sampai pada konflik horisontal secara fisik yang akan memakan korban. Kalau mau “berkompetisi”, harus dengan sehat yaitu kelakuan yang bermoral tinggi. Kelakuan ini menyangkut soal hubungan dengan sesama, perkawinan dan lain sebagainya.

Orang percaya harus tampil sebagai saksi Kristus dengan menampilkan suatu kehidupan yang agung seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Dalam hal ini orang percaya membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah Anak dengan kelakuan yang sempurna. Selanjutnya orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sepanjang jaman dan di segala tempat harus bertindak sama dengan mereka yang sudah menjadi saksi mata pertama yaitu para rasul atau murid-murid Tuhan Yesus pertama. Itulah sebabnya Yohanes menulis: ...supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus (1Yoh. 1:3). Suatu kehidupan yang luar biasa, yaitu persekutuan dengan Bapa dan Tuhan Yesus. Pasti ini menunjuk suatu kualitas hidup dan kesucian yang seimbang dengan Allah sehingga beroleh persekutuan dengan Allah. Hal ini sesuai dengan Doa Tuhan Yesus bahwa orang percaya menjadi satu bersama Bapa dan Anak (Yoh. 17:21). Dengan hal ini orang percaya dengan senyap tetapi tajam dan kuat membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus sungguh-sungguh utusan Allah yang datang sebagai Penyelamat.

Menjadi saksi berarti mengekspresikan kehidupan

yang telah diperagakan oleh Tuhan Yesus Kristus

Mengekspresikan Hidup Kekal

ENGLISH VERSION

24 Mei 2013

Alkitab dalam setahun: Ulangan 28-29

Mind Map Mengekspresikan Hidup Kekal

Mind Map Mengekspresikan Hidup Kekal

Yohanes dalam suratnya mengatakan, bahwa apa yang telah ada sejak semula, yang telah mereka dengar, yang telah mereka lihat dengan mata mereka, yang telah mereka saksikan dan yang telah mereka raba dengan tangan mereka tentang Firman hidup, itulah yang mereka tuliskan kepada orang percaya (1Yoh. 1:1). Dalam pernyataannya Yohanes hendak menunjukkan bahwa dirinya adalah salah satu dari saksi hidup mengenai Firman yang menjadi manusia. Ia adalah narasumber asli dan pertama mengenai kehidupan Allah Anak yang menjadi manusia. Hal ini dimaksudkan agar jemaat Tuhan semakin percaya kenyataan bahwa Allah Anak, benar-benar pernah menjadi manusia yang hidup di tengah-tengah manusia berdosa. Hal itu juga dimaksudkan agar jemaat menemukan hidup kekal yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus, dimana Yohanes menjadi saksi. Dalam hal ini kita memahami mengapa Allah Anak harus menjadi manusia. Sebab Ia harus memperagakan “hidup kekal” atau kualitas hidup sesungguhnya yang diinginkan oleh Allah Bapa. Dalam hal ini Tuhan Yesus benar-benar menjadi “role model” bagi orang-orang yang diselamatkan atau dikembalikan ke rancangan semula Allah. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa Ia datang memberi hidup artinya Ia mengajarkan hidup yang seharusnya dimiliki anak-anak Allah dan memampukan orang percaya dengan fasilitas keselamatan serta karunia-karunia-Nya untuk bisa menyelenggarakan hidup seperti yang di kehendaki-Nya. Tentu selama seseorang meresponi anugerah-Nya dengan baik.

Yohanes menulis bahwa hidup itu telah dinyatakan, dan mereka telah melihatnya dan sekarang mereka bersaksi dan memberitakan kepada orang percaya tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada mereka juga (1Yoh. 1:2). Hidup yang dimaksud dalam teks tersebut adalah sebuah “pola atau gaya hidup yang berkenaan dengan sikap batin” yang dimiliki oleh Tuhan Yesus dan Allah Bapa. Hidup kekal tersebut dinyatakan atau diekspresikan kepada mereka (Yohanes salah satunya), atau dinyatakan oleh mereka. Kata “dinyatakan” dalam 1 Yohanes 1:2 dalam teks aslinya adalah phaneroo (φανερόω) yang lebih dekat artinya “diekspresikan dengan nyata” atau “dibuat kelihatan dari apa yang selama ini tersembunyi” (to make manifest or visible or known what has been hidden). Dalam hal ini mereka harus menjadi saksi dengan mengekspresikan kehidupan yang mereka telah saksikan dalam kehidupan Tuhan Yesus Kristus tersebut. Seakan-akan mereka hendak berkata bahwa mereka telah melihat, dan buktinya adalah hidup mereka bergaya seperti Tuhan Yesus sendiri. Itulah kehidupan orang Kristen yang dapat dikatakan sebagai saksi.

Tuhan Yesus memberi hidup artinya Ia mengajarkan hidup yang

dikehendaki-Nya dan memampukan kita untuk bisa menyelenggarakannya.

Menikah Dengan Dunia

ENGLISH VERSION

23 Mei 2013

Alkitab dalam setahun: Ulangan 24-27

Mind Map Menikah dengan Dunia

Mind Map Menikah dengan Dunia

Orang Kristen yang menikah dengan dunia bukan hanya mereka yang sudah kelimpahan materi dan tidak memedulikan Kerajaan Tuhan Yesus yang akan datang. Tetapi juga yang secara materi tidak kaya namun masih merasa belum cukup dengan apa yang dimilikinya dan berhasrat untuk memiliki lebih dari yang sudah ada demi menikmati kehidupan yang dipandangnya lebih baik, lebih lengkap dan lebih bahagia. Orang-orang seperti ini jika tidak mengubah telos atau tujuan hidupnya sangat berpotensi menikah dengan dunia. Kalau sudah menikah dengan dunia berarti menghujat Roh Kudus. Mereka tidak lagi mendengar dan menerima pimpinan Tuhan untuk mengumpulkan harta di Sorga. Mereka tidak mau tahu dan tidak mengerti sama sekali bahwa hidup di dunia ini hanya persiapan untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya di langit baru dan bumi yang baru. Pada dasarnya ke-Kristenan mereka bukan untuk melakukan kehendak Bapa tetapi untuk eksis di bumi ini. Pada akhirnya setiap orang Kristen harus memilih menjadi mempelai Kristus atau mempelai iblis. Mereka yang mau menjadi mempelai Kristus harus belajar hidup seperti Tuhan Yesus hidup; sebuah nuansa hidup dengan logika terbalik. Untuk ini harus terus menerus mengalami pembaharuan pikiran. Kalau ada orang yang selalu mendengar suara kebenaran tetapi tidak berubah, bahkan bertambah buruk itu berarti tidak berniat menjadi mempelai Kristus. Orang-orang yang tidak berniat menjadi mempelai Kristus tidak boleh ada di lingkungan pelayanan pekerjaan Tuhan yang sungguh-sungguh sedang mempersiapkan orang percaya menjadi mempelai Kristus. Untuk ini gereja tidak boleh takut kehilangan pelayan-pelayan macam itu.

Kalau di dalam Wahyu 20:8-9 dikatakan bahwa setan memobilisir orang-orang yang disesatkan berperang melawan orang-orang kudus, mengepung perkemahan mereka (perkemahan perang) dan kota suci (kesucian sebuah wilayah hidup dimana orang percaya menghadirkan Kerajaan Allah di bumi), hal ini tidak boleh ditafsirkan secara harafiah sebagai perang fisik. Bagi iblis tidak ada keuntungannya mengadakan perang fisik. Ini jaman Perjanjian Baru. Pertempuran adalah pertempuran rohani untuk merebut orang-orang masuk persekutuan dengan dunia supaya mereka tidak menjadi “corpus delicti”. Iblis tidak takut dengan berbagai persenjataan perang fisik. Iblis tidak takut dengan sejuta orang Kristen yang baik, tetapi iblis gentar dengan seorang Kristen yang menjadi corpus delicti. Kalau orang sudah menikah dengan dunia, maka “possibility” untuk menjadi corpus delicti tertutup sama sekali. Hal ini akan memperpanjang umur iblis di bumi ini. Itulah sebabnya iblis mengupayakan bagaimana orang-orang percaya terpengaruhi oleh cara hidup anak-anak dunia.

Pada akhirnya setiap kita harus memilih menjadi

mempelai Kristus atau mempelai iblis.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
May 2013
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Komentar
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.

Switch to our mobile site

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.