TRUTH Edisi 24: Apa Itu Hidup Dipimpin Roh?

TRUTH Edisi 24: Apa Itu Hidup Dipimpin Roh?

Tidak jarang kita mendengar orang berkomentar mengenai orang Kristen yang “ngeroh”. Biasanya orang yang dianggap ngeroh itu adalah yang sering berkata, “Roh Kudus berbicara kepada saya…”, atau “Saya merasakan kehadiran Roh Kudus…” plus berbahasa roh setiap kali berdoa. Beberapa orang kagum akan kerohanian mereka, sehingga bertanya bagaimana caranya supaya bisa dipimpin Roh seperti itu; sementara kenyataannya banyak juga yang antipati terhadap mereka, mencibir dan berkomentar, “Jangan terlalu ngeroh lah…”

Tidak jarang pula mereka yang ngeroh seperti itu juga menganggap dirinya lebih kudus daripada orang-orang yang tidak sama dengan mereka. Mereka berpikir, kalau hidup dipimpin Roh ya harus begini. Kalau tidak, berarti dipimpin daging. Hidup juga tidak bisa setengah roh setengah daging; kalau setengah-setengah ya sama dengan dipimpin daging. Dipimpin daging berarti akan masuk neraka.

Namun pandangan seperti itu sungguh amat naif. Banyak dari mereka yang mendemonstrasikan ngeroh di hadapan orang bahkan tidak memahami apa sesungguhnya yang dimaksud Alkitab dengan “roh”. Pikirnya semua yang berhubungan dengan roh pasti Roh Kudus, bahasa roh, alam roh. Akibatnya dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang diinginkan Tuhan untuk mereka lakukan, malah jadi terabaikan.

Mencermati kesalahkaprahan yang sudah mendarah daging ini, TRUTH mengajak kita kembali meneliti, apa sebetulnya yang dimaksud oleh Alkitab dengan hidup dipimpin roh. Roh apa yang memimpin, roh kita atau Roh Kudus? Mengapa kita harus dipimpin roh? Apa fungsi roh? Seperti apakah dipimpin roh, atau “ngeroh yang benar” itu? Manakah yang benar: dikotomi dan trikotomi?

Sajian lain dalam edisi ini adalah biografi singkat Yakobus yang Adil, yang kabarnya adalah adik Tuhan kita Yesus Kristus. Juga kami angkat berbagai gangguan jiwa dan hubungannya dengan fenomena keagamaan, agar kita lebih waspada apakah kita ngeroh karena dipimpin roh, atau jangan-jangan karena mengalami gangguan jiwa.

Kiranya kebenaran Firman Tuhan yang sejati membukakan mata rohani Saudara mengenai bagaimana sebenarnya hidup dipimpin roh itu, sehingga dapat belajar menjalaninya sesuai dengan kehendak Tuhan.

Dapatkan Majalah TRUTH Edisi 24, “Apa Itu Hidup Dipimpin Roh?” dengan menghubungi:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-68 70 7000, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Sumber Ketenangan Bukan Harta

28 Januari 2012
Baca: Mazmur 73:25-26
Alkitab dalam setahun: Matius 5-6

Mind Map Sumber Ketenangan Bukan Harta

Mind Map Sumber Ketenangan Bukan Harta

Sering kita mendengar orang berkata bahwa yang penting hidup dalam ke¬tenangan. Ketenangan yang dimaksud pasti keadaan dimana tidak ada perselisi¬han, tidak ada ancaman dan masalah yang mengganggu jiwa. Pada umumnya atau bahkan bisa dikatakan hampir semua orang berusaha untuk memiliki kehidupan seperti itu. Jalan yang dipahami oleh hampir semua orang untuk mencapai ketena¬gan seperti itu adalah uang atau kekayaan materi, karena kekayaan materi dipan¬dang sebagai kekuatan yang prima di dunia hari ini. Uang bisa membeli aparat, uang bisa membeli keputusan hakim, uang bisa mengubah hukum, uang bisa membeli kedudukan, uang membuat seseorang terhormat dan disegani orang, uang bisa membeli dukungan politik dan lain sebagainya.
Tidaklah heran kalau fokus manusia tertuju kepada usaha bagaimana memiliki uang sebanyak mungkin. Semakin banyak uang, maka diperkirakan bisa menjadi lebih tenang, atau semakin besar kemungkinan untuk memiliki ketenangan. Menu¬rut Firman Tuhan bisa dipastikan orang seperti itu tidak akan pernah memperoleh ketenangan dalam arti yang sesungguhnya. Tuhan Yesus berkata agar kita berjaga-jaga dan waspada terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung daripada kekayaannya itu” (Luk 12:15). Perkataan Tuhan Yesus ini tidak mungkin meleset. Orang yang menggan¬tungkan kekuatannya pada uang pasti akan binasa, artinya terpisah dari Allah. Kalau Tuhan berkemurahan kepada orang-orang tertentu, maka Tuhan mene¬gor orang tersebut dengan berbagai tegoran atau pukulan yang membuat ia sadar dan bertobat, tetapi kalau Tuhan membiarkan orang tersebut tanpa pukulan yang menyadarkan dirinya berarti orang itu pasti binasa. Hal ini dikemukakan dalam Mazmur 73:1-20.
Kalau Tuhan menegor dengan atau melalui suatu keadaan dimana uang tidak bisa menyelesaikan masalah bahkan sering menjadi sumber masalah berarti Tuhan menghendaki kita pulang kembali dalam pelukan persekutuan dengan diri-Nya. Oleh sebab itu kita jangan menunggu ditegor Tuhan dengan tegoran yang berat ba¬rulah mau mengakui bahwa hidup manusia tergantung pada Tuhan. Walau hari ini kita merasa bisa hidup tanpa Tuhan, tetapi harus memandang Tuhan dan mengakui bahwa kita tidak bisa hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan. Kita harus selalu ber¬gantung kepada Tuhan dalam segala hal dan mengakui bahwa segala kekuatan yang dapat kita miliki tidak bisa menjadi tempat perlindungan.

Ketenangan sejati bukanlah pada harta dunia ini, tetapi hidup dengan Tuhan.

Keinginan-keinginan Yang Membinasakan

27 Januari 2012
Baca: Galatia 5:24-25
Alkitab dalam setahun: Matius 1-4

Mind Map Keinginan-keinginan Yang Membinasakan

Mind Map Keinginan-keinginan Yang Membinasakan

Perjuangan untuk menjadi budak Tuhan adalah perjuangan dalam mengisi pikiran—apakah pikiran kita diisi oleh hal-hal duniawi atau kebenaran Firman Tuhan. Paulus mengatakan bahwa Hawa diperdaya oleh ular dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus. Sewaktu masih di Eden, Iblis memakai ular; sekarang ia me¬makai pembicara di mimbar yang tidak mengenal kebenaran. Dalam hal ini kita mengerti mengapa mengenai si penyesat ini Paulus berani mengatakan tegas, “Ter¬kutuklah mereka!” (Gal. 1:6-10). Perhatikanlah hal ini dengan serius. Tidak perlu takut dianggap menghakimi, dan tidak perlu bertoleransi berlebihan karena tradisi Timur sehingga sering membiarkan “ular-ular” berkeliaran menyesatkan dan mem¬binasakan banyak orang.
Kalau boleh jujur, semua yang kita ingini dari dunia ini akan lenyap seperti uap. Namun ironisnya, hidup manusia terus bergulir dan bergerak demi suatu cita-cita, rencana-rencana pribadi, serta keinginan-keinginan yang tidak pernah berhen¬ti. Inilah penyesatan hebat yang sedang dilakukan oleh kuasa kegelapan. Keingi¬nan (ἐπιθυμία, epithymÍa) daging, keinginan mata dan keangkuhan (ἀλαζονεία, alazonīa) hidup bukan berasal dari Bapa. Dan orang yang melakukan hal-hal terse¬but akan binasa (1Yoh. 2:15-17). Merekalah orang-orang yang semasa hidup di du¬nia ini hanya digerakkan dari satu keinginan ke keinginan yang lain tanpa sungguh-sungguh mau mengerti apa yang diingini Allah dalam hidupnya.
Bila kita melakukan kehendak Allah atau yang diingini Allah, berarti kita menjadi budak-Nya. Sejatinya keinginan-keinginan dalam pikiran manusia adalah belenggu baginya. Ini akan sangat sulit dilepaskan kalau dibiarkan mengakar berta¬hun-tahun, karena pikiran itulah yang menggerakkan hidup manusia. Jadi, bukan tanpa alasan kalau Tuhan menghendaki kita mengalami pembaruan pikiran dari hari ke hari. Pembaruan pikiran itu dimaksudkan agar kita mengarahkan pikiran kepada kehendak Bapa, sebab inilah target yang dikehendaki Bapa untuk dapat kita capai. Tentu untuk target ini kita diberi-Nya kemampuan untuk dapat mencapainya. Inilah kabar baik, anugerah Tuhan yang tidak terbeli dengan uang.
Waspadalah terhadap pemberitaan di mimbar gereja yang seolah-olah benar, pa¬dahal ular. Semua pemberitaan yang menggiring umat Tuhan agar bersahabat den¬gan dunia adalah ular (Yak. 4:4). Untuk bisa menang melawan ular, kita harus berani memasuki perhentian Tuhan (Mat 11:28-29). Orang yang masuk perhentian Tuhan berarti mematikan keinginan (epithymÍa).

Berhentilah dari berbagai keinginan
maka kita akan masuk ke tempat perhentian Tuhan yang melegakan.

Kemerdekaan Yang Sejati

26 Januari 2012
Baca: Galatia 5:1
Alkitab dalam setahun: Kejadian 48-50

Mind Map Kemerdekaan yang Sejati

Mind Map Kemerdekaan yang Sejati

Bagaimanakah sebenarnya kebebasan atau kemerdekaan itu? Sebab sering kita mendengar pembicara di mimbar berbicara mengenai kebebasan atau ke¬merdekaan dalam Kristus, tetapi sebenarnya tidak ada kejelasan mengenai proses kemerdekaan tersebut. Kita dinyatakan sudah merdeka tetapi kita tidak mengala-mi dan merasakan sesuatu yang luar biasa dari kemerdekaan itu. Kalau begitu apa bedanya kita dengan mereka yang ada di luar anugerah keselamatan Tuhan Yesus Kristus? Jangan sampai terjadi penipuan terhadap jemaat. Jemaat dinyatakan sudah merdeka padahal belum benar-benar merdeka. Bagaimanakah kemerdekaan dalam Kristus itu sebenarnya?
Memang Tuhan Yesus telah mati di kayu salib menebus dosa manusia. Pene¬busan itu memerdekakan. Seperti seorang budak yang telah digadaikan atau dijual sehingga menjadi milik seorang tuan. Sekarang tuan pemilik aslinya membelinya kembali dan memberi kesempatan apakah budak tersebut mau dimiliki oleh Tuan¬nya sendiri atau tidak. Kalau budak pada umumnya diperjual belikan oleh orang lain, tetapi kalau hal itu dikenakan pada manusia yang memiliki kehendak bebas masalahnya menjadi berbeda. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang harus dimiliki Tuhan sebagai “budak-Nya” diberi kebebasan apakah ia mau menjadi budak Tuhan atau menjadi milik kuasa lain.
Manusia di taman Eden menghadapi perjuangan apakah memberi diri menjadi budak Tuhan atau budak setan. Ternyata manusia disesatkan oleh iblis sehingga ia menjual diri dan gagal menjadi budak Tuhan. Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia untuk membeli kembali manusia milik-Nya tersebut. Sekarang setelah Ia membeli kita, kita diberi kebebasan untuk menjadi milik Tuhan atau milik setan. Kembali perjuangan yang pernah terjadi di Eden juga terjadi dalam kehidupan kita. Kalau kita merasa otomatis sudah merdeka padahal belum, betapa menyedihkan. Untuk menjadi milik Tuhan atau budak Tuhan, kita dituntut untuk berjuang dengan serius. Itulah sebabnya Paulus dalam tulisannya mengatakan: Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan (Gal 5:1).
Jadi, kalau diajarkan bahwa kebebasan itu otomatis dimiliki oleh orang Kris¬ten, itu adalah ajaran yang sesat. Tuhan Yesus memang telah mati di kayu salib untuk membeli kita, tetapi selanjutnya apakah kita mau dimiliki Tuhan atau tidak tergantung respon setiap individu.

Untuk mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya,
kita harus meresponi keselamatan dalam Tuhan Yesus.

Redaksi dan Distribusi

Dapatkan Majalah dan Renungan Harian TRUTH di:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-33 6666 70, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Agen: lihat di Alamat Agen

Visitor
Visits today: 258
Who's Online

15 visitors online now
5 guests, 10 bots, 0 members
Map of Visitors
Powered by Visitor Maps

Truth Media Fans
Facebook Truth Media
Twitter Truth Relite


Kalender
January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Langganan dg eMail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Content Protected Using Dynamic Blog Protector By: How To Make Money.

Switch to our mobile site